RELUNG.ID – Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap infrastruktur strategis di Sumsel, menyusul ambruknya Jembatan Muara Lawai di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Minggu (29/6/2025) malam.
Andie menyebut peristiwa itu mencerminkan masih minimnya kepatuhan terhadap ketentuan teknis penggunaan infrastruktur publik, khususnya jalan dan jembatan yang dilintasi angkutan berat seperti truk batubara.
“Kalau pengawasan dilakukan secara berkala dan ketat, serta ada pembatasan jelas terkait tonase kendaraan, insiden seperti ini seharusnya bisa dicegah,” kata politisi Partai Golkar ini, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, insiden robohnya jembatan akibat truk bermuatan batubara yang melebihi kapasitas beban menunjukkan ada celah besar dalam sistem kontrol dan penegakan aturan di lapangan. Ia juga menyesalkan tidak adanya deteksi dini atau langkah preventif dari instansi teknis terkait.
“Ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga menunjukkan kelemahan tata kelola infrastruktur. Kejadian seperti ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Andie juga mendesak agar pemerintah daerah segera memperkuat pengawasan, termasuk dengan memasang sensor beban, pos timbang permanen, dan inspeksi rutin di jalur-jalur strategis.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar Pemprov Sumsel segera membuat regulasi teknis dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur standar penggunaan infrastruktur publik berdasarkan kapasitas riil.
“Tanpa regulasi yang jelas dan sanksi tegas, kejadian serupa bisa kembali terulang. Infrastruktur publik bukan untuk dikorbankan demi kepentingan ekonomi segelintir pihak,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut jangka pendek, Ketua DPRD juga mendorong percepatan perbaikan Jembatan Muara Lawai agar akses masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Sebelumnya, Jembatan Muara Lawai dilaporkan ambruk setelah dilintasi sejumlah dump truk angkutan batubara. Warga setempat mengeluhkan lumpuhnya jalur transportasi dan meningkatnya biaya distribusi barang akibat terputusnya akses utama tersebut. (DSK)

