RELUNG.ID — Ratusan pelajar dari enam kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti kegiatan Retret Laskar Pandu Satria yang digelar di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menjadi ajang penting untuk menanamkan nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan karakter bagi generasi muda.
Dengan mengenakan seragam loreng khas Laskar Pandu Satria, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipandu langsung oleh para instruktur dari jajaran TNI. Aula utama dihias nuansa merah putih, mempertegas atmosfer cinta tanah air dalam kegiatan tersebut.
“Retret ini menjadi wadah pembentukan karakter, membangun semangat persatuan, dan menanamkan nilai kedisiplinan serta kebangsaan,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Para pelajar tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung melalui pelatihan baris-berbaris, survival di alam terbuka, hingga sesi interaktif wawasan kebangsaan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang inspiratif, membuat peserta aktif dan bersemangat mengikuti setiap sesi.
Andini (16), peserta dari Kabupaten Ogan Ilir, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam kegiatan ini.
“Saya merasa lebih percaya diri, lebih tahu bagaimana menjadi pribadi yang kuat dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Pelatihan baris-berbaris dijadikan simbol penting untuk menanamkan arti kedisiplinan dan kerja sama tim. Sementara sesi wawasan kebangsaan menyoroti pentingnya memahami nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.
Kegiatan survival atau pelatihan bertahan hidup di alam terbuka juga menjadi bagian penting dalam retret ini. Di dalamnya, peserta diajarkan untuk mandiri, sigap dalam kondisi darurat, dan peduli terhadap lingkungan.
Menurut koordinator kegiatan, Retret Laskar Pandu Satria akan terus digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah Sumsel. Tujuannya, membangun fondasi karakter kuat bagi pelajar sejak dini melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan institusi militer.
Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” secara bersama-sama. Momen tersebut menjadi puncak semangat nasionalisme yang berkobar di tengah ratusan pelajar, meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru untuk dibawa pulang ke daerah masing-masing.[THQ]

