RELUNG.ID — Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Alwis Gani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih tingginya angka anak putus sekolah di wilayahnya. Data lima tahun terakhir mencatat sekitar 12 ribu siswa putus sekolah, mayoritas terjadi pada transisi dari jenjang SMP ke SMA.
“Ini masalah serius. Daya tampung sekolah negeri terbatas, jadi banyak yang akhirnya tak melanjutkan. Kalau daya tampung cukup, tak mungkin semua ke swasta,” tegas Alwis, Minggu (6/7/2025).
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) disebut sebagai salah satu daerah dengan angka putus sekolah dari SMP ke SMA tertinggi di Sumsel. Sementara itu, Kota Palembang relatif lebih baik karena sarana pendidikan lebih tersedia.
“Untuk SD ke SMP tak banyak yang putus sekolah karena sekolahnya sudah banyak di tingkat kecamatan. Tapi dari SMP ke SMA, jaraknya jauh dan pilihan terbatas,” jelas politisi Partai Gerindra itu.
Alwis menyoroti lemahnya intervensi pemerintah provinsi, terutama dalam bentuk bantuan langsung kepada siswa. Hingga kini, Sumsel belum memiliki program pembagian seragam gratis secara merata untuk pelajar.
“Itu tergantung inisiatif wali kota, bupati, dan gubernur. Di level provinsi belum ada. Sekarang katanya Gubernur mau bagi seragam gratis, ya kita tunggu realisasinya,” tandasnya.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumsel segera menambah jumlah sekolah negeri di daerah-daerah dengan angka putus sekolah tinggi. “Kalau tidak segera ditangani, masalah ini akan terus memburuk,” pungkas Alwis. (DSK)

