Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pemprov Sumsel Gelar Rakor TPID se-Sumsel, Bahas Strategi Tekan Inflasi

Regional

Pemprov Sumsel Gelar Rakor TPID se-Sumsel, Bahas Strategi Tekan Inflasi


RiyadiBy Riyadi08/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumsel dan kegiatan Capacity Building di Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/7/2025). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumsel dan kegiatan Capacity Building di Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra.

Rakor tersebut bertujuan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam upaya mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan TPID di seluruh kabupaten/kota.

“Menjelang akhir tahun, potensi inflasi cenderung meningkat. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat agar inflasi tetap terkendali,” kata Edward dalam sambutannya.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Banyuasin dan Muba Diminta Waspada

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, masing-masing sebagai Ketua TPID daerah, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal dan horizontal, serta anggota TPID Provinsi.

Dalam paparannya, Sekda mengungkapkan bahwa inflasi Sumsel pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,08 persen (month to month) dan 2,44 persen (year on year). Meskipun masih dalam batas target nasional (2,5 persen ±1 persen), angka ini merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera dan berada di posisi ke delapan nasional.

Komoditas penyumbang inflasi tahunan (yoy) antara lain emas perhiasan, beras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat. Sementara secara bulanan (mtm), kenaikan harga beras, daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama.

Baca juga :   Muba dan Palembang Berpotensi Hujan Deras di Malam Hari, BMKG Minta Waspada

Edward menekankan pentingnya peran aktif TPID daerah dalam merespons perkembangan harga dan mengatasi potensi lonjakan di akhir tahun.

“TPID kabupaten/kota harus lebih responsif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah inflasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dalam sesi Capacity Building. Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto, memaparkan perkembangan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sepanjang Semester I serta proyeksinya hingga akhir 2025.

Baca juga :   Cari Ikan di Sungai, Nelayan di Musi Rawas Dikabarkan Tengelam

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wan Dayantolis, menyampaikan potensi cuaca ekstrem dan ancaman bencana alam yang dapat berdampak pada pasokan dan harga pangan strategis.

Dari pemerintah pusat, perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian menekankan pentingnya optimalisasi program nasional dan daerah dalam mengendalikan inflasi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Duddy Adiya, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel relatif tinggi dibanding rata-rata nasional. Namun, sebagai daerah agraris, Sumsel dinilai rentan terhadap cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kestabilan pasokan pangan.[YKP]

OPD Rapat Sumsel TPID
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBNNP Sumsel dan Pemkot Palembang Matangkan Pembentukan BNK untuk Perangi Narkoba

Next Article Manga Daemons Of The Shadow Realm Diadaptasi Jadi Anime
Riyadi

Related Posts

Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20261 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,918 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,791 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,764 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?