RELUNG.ID — Acara reuni angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kini menjadi bahan sorotan dan perdebatan publik. Bukannya menjadi ajang nostalgia penuh kehangatan, reuni ini justru menuai tanda tanya besar di tengah polemik dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat.
Pakar telematika Roy Suryo kembali angkat bicara dan menyebut acara tersebut sarat kejanggalan. Ia menilai kehadiran Jokowi tak mencerminkan suasana kekeluargaan layaknya reuni, melainkan lebih menyerupai kunjungan resmi seorang kepala negara.
“Bajunya beda, gayanya bukan seperti orang reuni. Kehadirannya seperti sedang kunjungan kenegaraan, bukan nostalgia,” ujar Roy Suryo.
Roy Suryo juga mempertanyakan motif Jokowi menyebutkan nama-nama dosen pembimbing dan penguji skripsinya di depan peserta reuni.
“Untuk apa menyebut nama-nama dosen seperti Ir. T. Burhanuddin dan Prof. Achmad Sumitro? Itu jadi terkesan seperti pembelaan, bukan bagian dari cerita nostalgia. Tanpa bukti otentik, semua hanya narasi,” tegasnya.
Yang paling disorot, kata Roy, adalah klaim Jokowi bahwa Ir. Kasmudjo merupakan dosen pembimbingnya, padahal nama itu sebelumnya telah membantah pernah membimbing atau menjadi dosen akademiknya.
“Pak Kasmudjo sudah membantah, tapi tetap disebutkan. Itu justru memperkuat keraguan publik,” lanjutnya.
Roy menegaskan bahwa kehadiran Jokowi dalam reuni itu tidak mengubah analisis yang selama ini ia pegang terkait dugaan kejanggalan skripsi dan ijazah Jokowi.
Sosok Mulyono Disorot: Warganet Duga Bukan Alumni UGM
Tak hanya Jokowi, sosok Mulyono yang mengaku sebagai teman satu angkatan Jokowi di UGM juga menjadi bahan perbincangan. Mulyono sempat diwawancarai awak media dan menyebut dirinya lulus tahun 1987 dari Fakultas Kehutanan dengan skripsi di bidang ekonomi manajemen.
Namun penjelasan Mulyono dinilai janggal oleh publik. Warganet bahkan berspekulasi bahwa Mulyono adalah sosok Wakidi alias Mukidi, seorang calo bus terminal yang dikenal mangkal di Terminal Tirtonadi, Solo.
Spekulasi ini diperkuat oleh Muhammad Taufiq, advokat yang turut menggugat dugaan ijazah palsu Jokowi ke pengadilan.
“Cara bicaranya terkesan menghafal, tidak paham jurusan atau kelas. Sepertinya dia bukan alumni UGM, tapi bisa jadi Wakidi yang biasa di terminal,” ucap Taufiq dalam kanal YouTube pribadinya.
Menurutnya, klaim Mulyono bahwa ia mengambil skripsi di bidang ekonomi manajemen dalam Fakultas Kehutanan juga tidak lazim.[TIM]

