RELUNG.ID – Para fans banyak beranggapan Kawaki iri dengan posisi Boruto memiliki ayah pemimpin desa Konoha Hokage ketujuh Naruto Uzumaki. Kehidupan Boruto juga dikelilingi keluarga hangat dan teman-teman yang baik.
Tetapi anggapan itu semuanya salah! Kawaki hidup tanpa kasih sayang seorang ayah dan keluarga serta tidak punya teman. Namun tampaknya Kawaki tidak pernah iri dengan yang dimiliki Boruto Uzumaki.
Karakter Kawaki cenderung cuek dengan reaksi kehidupan seperti itu tepatnya anti sosial dan tidak mengharapkan keluarga yang harmonis disisinya.
Namun membuat Kawaki menjadi gila hingga menculik Hokage dan ingin membunuh anak Hokage karena sosok Naruto Uzumaki.
Kawaki melakukan semua itu bukan karena iri tetapi lebih kepada ketakutan kehilangan sosok Naruto.
Baca Juga: Sarada Paling Cocok Jadi Pasangan Boruto di Masa Depan, Ini 5 Alasannya
Ini sosok Naruto di mata Kawaki
Kawaki sejak kecil sebatang kara hingga diculik oleh Jigen untuk dijadikan penelitian Kara. Dari kesemu orang diteliti semuanya meninggal kecuali Kawaki.
Boro-boro diperlakukan dengan baik Kawaki selalu disiksa oleh Jigen. Dia juga diperlakukan sama oleh manusia buatan Amado.
Sejak kecil hingga masuk remaja Kawaki merasa hidupnya hampa dan kosong. Dia tidak tahu alasan dia berada disana untuk apa begitu juga hidupnya seperti apa.
Alhasil dia memiliki keinginan untuk keluar dari Lab dan markas organisasi Kara itu. Hingga mimpinya terwujud saat terjadi kecelakaan mobil yang membawanya hancur.
Dia keluar dan bertemu dengan Boruto dan dibawah ke rumah Naruto. Semua orang awalnya ingin menahannya lagi dia berpikir nasibnya di Konohan akan sama.
Tetapi sebaliknya sosok pemimpin seperti Jigen sangat berbeda seperti Nartuo mala memiliki wilayah kepemimpinan luas seperti Konoha. Naruto Uzumaki dinilainya sangat berbeda mala membawahnya tinggal bersama anak dan istrinya di rumah.
Baca Juga: TEORI BORUTO! Ini Alasan Momoshiki Belum Kuasai Tubuh Boruto
Bahkan saat di rumah dia ditemui Kurama yang memberikan peringatan kepadanya untuk tidak macam-macam. Itu membuat Kawaki tambah kepincut dengan Naruto, seekor monster saja bisa sangat menghormatinya.
Kawaki takut Naruto mati
Lalu dia merasakan perasaan hidup dari manusia tidak ada arti menjadi manusia punya arti hidup. Saat kejadian Jigen berhasil menculik Naruto, Kawaki panik dan ingin membunuhnya.
Untungnya Naruto berhasil selamat itupun diketahuinya atas pengorbanan Kurama. Dari sana dia ingin melakukan hal yang sama dengan Kurama tidak ingin membuat orang baik seperti Naruto mati.
Dari kejadian itulah membuat Kawaki kesal apabila orang baik seperti Naruto harus mati! Dia juga tidak mau kehilangan sosok matahari tujuan hidupnya,. Apabila Naruto mati kehidupanya dikhawatirkanya akan kembali menderita lagi.
Baginya Naruto tidak cocok tinggal di dunia yang kejam dipenuhi semua sampah. Dia menilai semua manusia di mata Kawaki sampah yang akan mencelakakan Naruto.
Dia lebih baik berkorban menghabisi semua sampah demi Naruto selamat. Makanya meskipun membunuh Boruto dia akan melakukannya.

