RELUNG.ID – Sebanyak 60 pendaki dikabarkan masih berada di puncak saat Gunung Dempo yang berada di Kota Pagar Alam ini mengalami erupsi, Selasa pagi (19/8/2025).
Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) Pagar Alam, Angga SR saat dihubungi redaksi.
Dia mengatakan, sejak 13 Agustus hingga 17 Agustus 2025, tercatat ada 725 orang yang mendaki. Mereka mendaki untuk menikmati malam 17 Agustus di atas puncak Gunung Dempo.
Namun, dari 725 pendaki tersebut, saat ini tersisa hanya 60 pendaki yang masih ada di puncak Gunung Dempo Selasa pagi.
“Dari data yang ada di basecamp BRIGADE terdata masih ada sekitar 60 pendaki yang berada di puncak Gunung Dempo saat kejadian erupsi tadi pagi,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penjemputan para pendaki dan memerintahkan para pendaki untuk segera turun dari puncak Gunung Dempo.
“Kabar terbaru yang kami dapat pendaki sudah mulai bergerak turun dan sebagian sudah berada dijalur untuk turun. Nanti kita akan pantau terus kondisi pendaki apakah ada yang terdampak dari kejadian erupsi tadi pagi,” kata Angga.
Sebelumnya, dikabarkan Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagar Alam alami erupsi abu vulkanik. Kali ini semburan abu vulkanik lebih tinggi yaitu sekitar 1.300 meter dari permukaan kawah api Dempo. Erupsi GAD terjadi pada Selasa pagi (19/8/2025) sekira pukul 07.48 WIB.
Terlihat jelas di rekaman CCTV Pos Pemantau abu vulkanik yang dilemparkan kawah GAD membumbung tinggi.
Berdasarkan informasi dari data situs magma.esdm disebutkan, telah terjadi erupsi Gunung Dempo, Sumatera Selatan pada tanggal 19 Agustus 2025 pukul 07:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.300 m di atas puncak (± 4.473 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 1 menit 52 detik.
Saat ini gunung Dempo berada pada status Level II (Waspada), masyarakat, pengunjung/wisatawan tidak mendekati dan bermalam (camping) di pusat aktivitas kawah Marapi – G. Dempo dalam radius 1 km, serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan. (TFK)

