RELUNG.ID – Musim penghujan terus menguyuri Palembang di khawatirkan berdampak kepada ancaman banjir bandang. Antisipasi itu dilakukan oleh Pemeritah Kota (Pemko) Palembang dengan pola atau trik untuk melakukan atasi persoalan tersebut.
Pemko Palembang mengunakan upaya melakukan sosialisasi penanggulangan banjir setiap minggu perkecamatan. Dengan cara mengundang Camat, Lurah dan Ketua Rukun Tetangga.
Seketaris Daerah (Sekda) Palembang melalui Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ahmad Bastari menjelaskan, hari ini sosialisasi dilakukan khusus untuk Kecamatan IB I.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 15 Maret 2023, Sembilan Daerah di Sumsel Bakal Terdampak Hujan Deras
Menurutnya sosialisasi dilakukan membahas upaya pengendalian banjir dan peningkatan kualitas air di Palembang.
“Kami punya 600 orang PHL garda terdepan PUPR untuk siap turun ke jalan apabila ada masalah banjir. Baik itu genangan air atau banjir sama saja. Apapun yang menghambat aktifitas masyarakat akan kita atasi,”katanya
Diakuinya pihaknya sudah melakukan peningkatan kualitas air. Itu dimaksudkan kualitas air agar bisa mengalir dengan maksimal. Mereka sudah melakukan pelebaran drainase membuka saluran rawan ditimbun dan membongkar bangunan warga yang membuat di atas aliran sungai.
Baca Juga: 38 Sekolah di Musi Rawas Terendam Banjir
“Sudah 46 kolam rentensi sudah kita buat di Palembang. Untuk membongkar bangunan warga tentunya kami izin dan secara sukarela mereka. Kami juga tidak pernah memaksa dan membongkar tanpa izin,”paparnya.
Nah dari paparan itu Kadin PUPR Palembang meminta warga Kecamatan IB I memberikan informasi daerah mana yang banjir. Apabila perluh bangunan di bongkar atau tumpukan sampah bisa dilakukan gotong royong.
“Kami kadang sering datang membersihkan ada warga disana tidak membatu. Tetapi kami tetap melakukannya karena itu untuk kepentingan warga Palembang. Tetapi memang sebaiknya pembersihan sampah harus dilakukan gotong royong biar lebih maksimal,”pungkasnya.

