Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Indonesia Pacu PLTS: Momentum 1 GW, Target 100 GW, Tantangan Masih Berat
Bisnis

Indonesia Pacu PLTS: Momentum 1 GW, Target 100 GW, Tantangan Masih Berat

ADMINBy ADMIN02/09/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Panel surya. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Indonesia mulai menempatkan energi surya sebagai pilar penting transisi energi. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN menargetkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 17,1 gigawatt (GW). Presiden Prabowo Subianto bahkan telah meluncurkan program ambisius 100 GW PLTS yang dikembangkan secara tersebar di desa-desa.

Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) menegaskan jalan menuju ambisi tersebut tidak mulus. Regulasi yang kerap berubah, pembiayaan terbatas, dan rantai pasok domestik yang lemah masih menjadi hambatan utama.

“Energi surya adalah kunci transisi energi bersih. Dengan potensi lebih dari 7 TW, Indonesia punya peluang besar untuk melompat ke masa depan yang lebih hijau. Momentum ini jangan hanya dimanfaatkan industri besar; PLTS harus hadir juga di sekolah, pesantren, UMKM, hingga rumah tangga,” tegas Marlistya Citraningrum, Manajer Program Akses Energi Berkelanjutan IESR, Selasa (2/9).

Momentum pengembangan PLTS memang mulai terasa. Regulasi PLTS atap sejak 2018 memicu adopsi cepat, terutama di sektor industri. Hingga Mei 2025, kapasitas terpasang PLTS nasional akhirnya menembus 1 GW. Program PLTS atap di Jawa Tengah dan DKI Jakarta bahkan melibatkan ratusan rumah tangga, UMKM, sekolah, hingga pesantren.

Di sektor industri, PLTS captive tumbuh pesat. “PLTS captive meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global. Wilayah usaha meningkat tiga kali lipat sejak 2017, jadi peluang besar bagi pemasangan PLTS,” kata Alvin Putra Sisdwinugraha, Analis Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan IESR.

Pemerintah tengah menyiapkan revisi aturan untuk memperkuat pengembangan energi terbarukan, termasuk revisi Perpres No.112/2022 dan Permen ESDM tentang PLTS operasi paralel. Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mendorong pemerintah daerah ikut aktif. “Pemda bisa menyelaraskan tata ruang, mengalokasikan APBD untuk PLTS di bangunan publik, dan memberi insentif bagi energi terbarukan,” ujarnya.

Dari sisi rantai pasok, kapasitas produksi modul surya nasional mencapai 11,7 GWp per tahun. Namun harga modul lokal masih 30–40 persen lebih mahal dibanding impor. IESR menilai konsistensi permintaan dalam negeri menjadi kunci agar industri modul surya tetap hidup, sekaligus mendukung target TKDN.

Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 yang digelar IESR bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian ESDM pada 11 September mendatang akan menjadi forum penting membahas strategi memperkuat ekosistem PLTS nasional.

ISS 2025 bertajuk “Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action” ini menegaskan bahwa tanpa kolaborasi lintas sektor, konsistensi kebijakan, dan partisipasi masyarakat, ambisi 100 GW PLTS hanya akan menjadi jargon di atas kertas. (KPB)

IESR panel surya PLTS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGerak Cepat OKI: 76.803 Pekerja Rentan dan Perangkat Desa Dilindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Next Article Hotspot Menurun, Tapi Karhutla di Sumsel Tembus 394 Kasus
ADMIN

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,757 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?