RELUNG.ID – Dinding beton di beberapa titik di Kota Palembang yang rencananya digunakan untuk perlombaan mural, Sabtu (6/9/2025) dirusak oleh orang tidak dikenal.
Meski demikian, aksi pengrusakan tak mempengaruhi jalannya perlombaan mural. Pasalnya, pihak panitia tetap melanjutkan perlombaan ini.
Berdasarkan pantauan, dinding mural yang semula dicat warna hitam dan dipasangi garis polisi mendadak berubah menjadi putih pada Jumat (5/9/2025) malam.
“Kami tidak tahu apakah ini hanya iseng, hobi atau memang niat merusak,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Martha Astra.
Meski demikian, pihaknya tetap melanjutkan perlombaan mural ini dan berharap kedepannya kelurahan serta kecamatan dapat membantu menjaga lokasi lomba agar tidak terjadi kejadian serupa.
Dia mengaku setidaknya ada 18 tim mural yang ikut dalam kompetisi ini yang dimulai 6 September hingga 9 September di beberapa titik strategis di Kota Palembang.
Martha juga membeberkan jika agenda ini menjadi bagian dari program Wali Kota “Palembang Belagak” yang bertujuan mempercantik ruang publik sekaligus menekan aksi vandalisme.
“Ini untuk menekan aksi vandalisme yang kerap terjadi di Kota Palembang,” tutupnya.
Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M Nasir menilai. insiden ini justru menegaskan pentingnya ruang ekspresi resmi bagi masyarakat.
“Kalau dinding kota dibiarkan kosong, ia akan terus jadi sasaran vandalisme. Dengan mural, kita ubah dinding itu jadi kanvas seni yang membanggakan,” tegasnya.
Senada, Ketua Gen RD, Febri Zulian, menambahkan mural juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. “Anak-anak muda butuh ruang berekspresi. Dengan mural, mereka bisa berkarya positif sekaligus mempercantik kota,” pungkasnya. (DSK)

