RELUNG.ID – BMW resmi memperkenalkan iX3 generasi terbaru dengan desain segar dan powertrain listrik yang sepenuhnya baru. Namun, inovasi terbesar justru terletak pada teknologi di balik bodi mobil ini.
iX3 menjadi kendaraan pertama yang menggunakan sistem mengemudi otomatis Snapdragon Ride Pilot, hasil kolaborasi selama tiga tahun antara BMW dan raksasa semikonduktor Qualcomm.
Meski belum menawarkan otonomi penuh, sistem ini hadir sebagai asisten pengemudi Level 2+ yang berfungsi layaknya co-pilot cerdas.
Dengan dukungan Snapdragon Ride SoC berdaya komputasi 20 kali lebih kuat dibanding sistem sebelumnya, teknologi ini memungkinkan pengalaman berkendara tanpa tangan di jalan tol maupun navigasi di area perkotaan, dengan syarat pengemudi tetap waspada.
iX3 dilengkapi kamera resolusi tinggi 8 MP dan 3 MP, sensor radar, serta peta HD terintegrasi GNSS untuk memberikan pandangan 360 derajat akurat terhadap lingkungan sekitar.
Hasilnya, mobil mampu melakukan fitur perubahan lajur kontekstual, parkir otomatis berbasis AI, hingga asisten jalan raya aktif untuk perjalanan jarak jauh. Sistem pemantauan kabin berbasis kamera juga memastikan pengemudi tetap fokus saat berkendara.
BMW menyebut pusat komputasi sistem ini sebagai “Superbrain of Automated Driving.” Selain kecerdasan buatan onboard, teknologi ini terus berkembang lewat mekanisme pembelajaran berbasis awan.
Data anonim dari armada global dikumpulkan untuk melatih model AI, kemudian dikirim kembali ke kendaraan melalui pembaruan over-the-air (OTA).
Keamanan menjadi prioritas utama. Sistem ini memenuhi standar keselamatan otomotif tertinggi (ASIL) dan dilengkapi perlindungan siber untuk menghadapi potensi ancaman digital.
iX3 juga mendukung chipset V2X, yang membuka jalan bagi komunikasi kendaraan dengan infrastruktur pintar maupun mobil lain di masa depan.
Kolaborasi BMW dan Qualcomm diyakini akan berdampak luas bagi industri otomotif global. Qualcomm kini menawarkan platform Snapdragon Ride Pilot kepada seluruh produsen mobil dan pemasoknya.
Teknologi ini sudah diverifikasi di 60 negara dan ditargetkan akan beroperasi di lebih dari 100 negara pada 2026.

