RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyatakan dukungan penuh terhadap program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi.
Program ini melibatkan akademisi dari IPB University, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan tujuan memetakan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.
Audiensi antara Tim Ekspedisi Patriot dan Pemkab Paser berlangsung di Kantor Bupati Paser, Senin (8/9/2025). Pertemuan tersebut membahas tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga keberlanjutan program transmigrasi.
Asisten Pemerintahan mewakili Bupati Paser menegaskan komitmen daerah dalam mendukung kajian yang akan dilakukan para akademisi.
“Harapannya, hasil kajian bisa berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bahan penting dalam arah kerja pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, riset mahasiswa diharapkan mampu memberi solusi atas persoalan di lapangan, termasuk resistensi sebagian masyarakat terhadap program transmigrasi. “Pemerintah akan mendukung penuh agar kajian berjalan tepat sasaran,” tegasnya.
Senada, Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Paser, Juhaeni, menilai program ini relevan untuk mempercepat pembangunan.
Ia mendorong keterlibatan dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Bappeda, dalam menyediakan data yang dibutuhkan. “Dengan dukungan penuh, program ini akan berjalan sesuai sasaran,” katanya.
Audiensi juga menyoroti potensi unggulan Paser, seperti ecoprint, kelengkeng, dan kopi yang tengah dikembangkan di kawasan Batu Engau. Produk-produk tersebut dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif masyarakat.
Ekspedisi Patriot sendiri merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang mengintegrasikan lahan, SDM terampil, serta tata kelola modern berbasis investasi, inovasi, dan teknologi.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia. (KPB)

