RELUNG.ID – Universitas Sriwijaya (UNSRI) akhirnya angkat bicara soal video viral dugaan perpeloncoan mahasiswa baru yang memperlihatkan adegan cium kening di lingkungan kampus Indralaya.
Melalui akun resmi Instagram @unsri.official, pihak kampus menegaskan bahwa organisasi yang terlibat adalah Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA). Pimpinan Fakultas Pertanian disebut sudah memanggil ketua dan wakil organisasi tersebut untuk dimintai keterangan.
“Untuk sementara, HIMATETA dibekukan selama satu tahun ke depan. Investigasi lebih lanjut terhadap pelaku perundungan masih berjalan,” tulis pernyataan resmi UNSRI.
Tak lama setelah klarifikasi kampus beredar, pengurus HIMATETA juga mengunggah video permintaan maaf. Ketua Umum HIMATETA, Ivandi Caesario Amar, mengaku insiden itu terjadi pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 15.00 WIB, usai kegiatan gotong royong di sekitar kampus.
“Kami khilaf dan tidak berpikir panjang mengenai ide perpeloncoan tersebut. Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan siap menerima konsekuensi serta sanksi dari pihak kampus,” ujar Ivandi.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UNSRI, Mirza Antoni, menyayangkan aksi tersebut yang semula dimaksudkan sekadar untuk hiburan, namun berujung pada perundungan.
“Kami menyesalkan tindakan itu. Fakultas akan memberikan sanksi tegas dengan membekukan HIMATETA selama satu tahun, serta meninjau ulang aktivitas organisasi ini. Jika nantinya terbukti tidak membawa manfaat positif, kami bisa saja tidak merekomendasikan keberadaannya kembali,” tegas Mirza.
Ia menambahkan, mahasiswa yang terbukti terlibat akan diberikan surat peringatan, dan tidak menutup kemungkinan dikenakan skorsing bila pelanggaran serupa kembali terjadi.
Dengan langkah ini, UNSRI menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan, perpeloncoan, maupun tindakan merendahkan martabat mahasiswa baru.[THQ]

