RELUNG.ID – Kinerja ekspor Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang Januari–Agustus 2025 menunjukkan tren positif meski sebagian sektor masih mengalami tekanan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat total nilai ekspor daerah ini mencapai US$4,25 miliar atau naik 2,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menyebutkan lonjakan ekspor paling menonjol datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh hampir dua kali lipat. “Kenaikannya mencapai 95,66 persen atau senilai US$73,38 juta. Artinya, sektor ini mulai memberi kontribusi signifikan,” ujar Wahyu, Kamis (2/10/2025).
Selain itu, sektor industri pengolahan juga memperlihatkan performa gemilang dengan nilai ekspor US$2,33 miliar atau tumbuh 13,38 persen yoy. Sebaliknya, sektor pertambangan yang selama ini menjadi andalan justru melemah dengan penurunan 8,74 persen yoy, tercatat senilai US$1,58 miliar.
Dari sisi komoditas, karet dan produk turunannya mencatat pertumbuhan 24,55 persen, sedangkan pulp dari kayu naik 5,36 persen. Sementara itu, bahan bakar mineral yang biasanya menjadi penyumbang utama ekspor, melambat 8,74 persen.
Tiongkok masih menjadi pasar terbesar bagi Sumsel dengan nilai ekspor mencapai US$1,64 miliar atau setara 38,75 persen dari total ekspor. Komoditas utama yang dikirim ke Negeri Tirai Bambu meliputi pulp dari kayu, batubara, lignit, serta karet dan produk olahannya.
“Perkembangan ini menunjukkan struktur ekspor Sumsel mulai bertransformasi. Sektor non-tambang, terutama industri pengolahan dan pertanian, makin memperkuat perannya,” kata Wahyu.[THQ]

