RELUNG.ID – Penerimaan pajak di awal tahun 2023 tercatat sangat baik hingga menembus angka Rp162,23 triliun.
Angka penerimaan pajak ini tumbuh 48,6 persen (yoy) dan sudah terealisasi 9,44 persen dari target APBN 2023.
Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi yang meningkat di Bulan Desember, sejalan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, kinerja baik ini merupakan dampak implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
Baca Juga: Dana Desa Cair, Bupati OKU Timur Titip Pesan Ini
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja baik ini salah satu yang menggambarkan jika kondisi pemulihan ekonomi yang bagus dan reformasi terutama UU HPP yang sudah mulai dilaksanakan memberikan kontribusi dari pencapaian penerimaan perpajakan yang meningkat sangat kuat.
Pertumbuhan Neto untuk jenis pajak dominan positif. Mayoritas jenis pajak tumbuh pada bulan Januari. PPh final tumbuh karena meningkatnya pembayaran dividen kepada orang pribadi serta pengalihan participating interest blok migas. PPN Dalam Negeri tumbuh didorong peningkatan konsumsi dalam negeri. Sementara PPh Orang Pribadi terkontraksi karena pembayaran ketetapan pajak tidak berulang pada tahun ini.
Baca Juga: Video Tawuran Antar Pelajar di Jalanan Viral, Netizen: Tangkap dan Kirim ke Papua Pak Pol!
Di sisi lain, pertumbuhan neto untuk sektor ditopang oleh aktivitas ekonomi yang meningkat pada akhir tahun 2022. Seluruh sektor utama tumbuh positif sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi pada Bulan Desember. Sektor jasa konstruksi dan real estat meningkat karena aktivitas konstruksi meskipun real estat melambat. Sektor jasa keuangan tumbuh kuat didorong peningkatan suku bunga.
“Sektor informasi dan komunikasi melambat karena pembayaran dividen Januari 2022 yang tidak berulang di Januari 2023,” pungkasnya.

