RELUNG.ID – Langkah Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard senilai $69 miliar mendapatkan pertentangan.
Karena itu, untuk meredakan pertentangan tersebut. Kini, Microsoft menandatangani kontrak 10 tahun dengan Nintendo.
Lankah Microsoft ini dilakukan untuk memastikan bahwa game Xbox dan Activision akan tersedia bagi para gamer yang menggunakan perangkat keras Nintendi, khususnya, Call of Duty, dan beberapa game lainnya.
Baca Juga: Vivo X Fold 2 Disebut HP Lipat Pertama Dilengkapi Snapdragon 8 Gen 2 dan Pengisian Cepat 120 W
Perwakilan Microsoft termasuk Smith dan Kepala Xbox, Phil Spencer kini telah bertemu dengan regulator Uni Eropa untuk mendiskusikan rencana akuisisi tersebut. Activision mengirimkan CEO-nya, Bobby Kotick, Sony mengirimkan kepala game-nya Jim Ryan.
Selain itu, EA, Steam, Nvidia, Google, dan lainnya juga mengirimkan perwakilannya, begitu juga sejumlah pengawas nasional yang mengkhawatirkan dampak akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft terhadap pasar game.
Bergabungnya Microsoft dengan Nintendo memberikan tekanan kepada Sony untuk menerima kesepakatan yang sama. Jim Ryan menyebut proposal 3 tahun sebelumnya ‘tidak memadai dalam banyak hal’. Sebagai gambaran, Call of Duty: Black Ops Cold War merupakan game kedua yang paling banyak dimainkan di PlayStation (kedua setelah Fortnite) saat kesepakatan ini diumumkan setahun yang lalu.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1076 Road Poneglyph Terakhir di Rumah Ras Raksasa, Shanks Lindungi Pulau Elbaf
Kontrak Microsoft dan Nintendo menyatakan bahwa game-game Call of Duty baru akan dirilis di perangkat keras Nintendo pada hari yang sama dengan Xbox dan PlayStation. Dan ini juga bukan versi yang dikurangi, Microsoft menjanjikan ‘fitur dan konten yang setara’.

