RELUNG.ID — Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan terus berupaya menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap warisan sejarah dan kebudayaan. Salah satunya dengan menggelar Pameran Prangko Para Pendiri Bangsa dan Jumpa Museum 2025 di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) pada 20–24 Oktober 2025.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Palembang dan Kementerian Kebudayaan. Uniknya, Palembang menjadi kota pertama di Indonesia yang dipercaya membuka pameran prangko bertema para pendiri bangsa.
“Ini pertama kalinya di Indonesia, dan Palembang menjadi kota pembuka. Ada 80 koleksi prangko bergambar para pendiri negara, lengkap dengan kisah perjuangan mereka,” ujar Sulaiman, Sabtu (18/10/2025).
Selain menampilkan koleksi prangko bersejarah, acara ini juga dimeriahkan dengan Pameran Pusaka Sriwijaya hasil kerja sama dengan Komunitas Pusaka Sriwijaya, menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti workshop, seminar, dan pertunjukan seni daerah.
Beragam atraksi budaya khas Palembang seperti tari Batanghari Sembilan, sastra daerah, hingga musik vokal solo juga akan tampil memeriahkan agenda ini. Dinas Kebudayaan berharap kegiatan tersebut dapat menarik minat pelajar SD, SMP, dan SMA agar lebih mengenal sejarah bangsanya.
“Kami ingin museum bukan sekadar tempat menyimpan benda sejarah, tapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi. Lewat acara ini, kami ingin masyarakat makin mencintai sejarah dan budaya Palembang,” ujarnya.
Hingga pertengahan Oktober 2025, Museum SMB II telah mencatat 12.500 kunjungan dengan pendapatan retribusi Rp58 juta dari target Rp80 juta tahun ini. Dinas Kebudayaan optimistis angka tersebut akan meningkat signifikan berkat pameran dan kegiatan tematik seperti ini.
Harga tiket masuk museum pun sangat terjangkau — Rp2.000 untuk anak-anak, Rp5.000 untuk dewasa, dan Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara — menjadikannya destinasi edukatif yang ramah bagi semua kalangan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran museum sebagai pusat pembelajaran sejarah dan identitas bangsa, sekaligus menegaskan posisi Palembang sebagai kota budaya dan peradaban tertua di Nusantara.[THQ]

