Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Drama Mikro Jadi Tambang Emas Baru, China Kuasai Pasar Dunia – Indonesia Masuk 3 Besar Asia Tenggara
Bisnis

Drama Mikro Jadi Tambang Emas Baru, China Kuasai Pasar Dunia – Indonesia Masuk 3 Besar Asia Tenggara

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi micro drama China. Foto: Kaspars Grinvalds/Shutterstock
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELLUNG.ID – Industri drama mikro atau micro drama tengah menjadi fenomena baru dalam dunia hiburan digital. Format video pendek berdurasi 1–3 menit dengan cerita padat dan emosional ini kini menjelma menjadi tambang uang baru di Asia, terutama di China yang mendominasi pasar global.

Berdasarkan laporan The Micro-Drama Economy 2025 yang dirilis Media Partners Asia (MPA), pendapatan industri drama mikro di China tahun ini mencapai USD 9,4 miliar atau sekitar Rp156 triliun. Angka itu melonjak tajam dari USD 5,1 miliar pada 2023 dan USD 6,9 miliar di 2024.

Tak hanya itu, MPA memperkirakan pendapatan industri ini akan terus menanjak hingga mencapai USD 16,2 miliar (Rp265 triliun) pada tahun 2030. Pertumbuhannya pun stabil, dengan tingkat kenaikan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,5 persen dalam lima tahun ke depan.

Tren ini didorong oleh maraknya platform penayangan khusus drama mikro seperti ReelShort, DramaBox, GoodShort, dan MoboReels yang kini menguasai pasar daring China. Platform-platform tersebut berlomba menayangkan ribuan episode baru setiap bulan, disertai strategi pemasaran agresif di media sosial.

Format micro drama terbukti ampuh menarik generasi muda yang lebih menyukai konten cepat, emosional, dan adiktif dibanding serial berdurasi panjang. Tak sedikit pula kreator independen yang kini meraup keuntungan besar dari model pembagian pendapatan iklan dan langganan premium.

Gelombang popularitas drama mikro kini juga mulai merambah Asia Tenggara, dengan total pendapatan regional tahun 2025 mencapai USD 189 juta (Rp3,13 triliun).

Indonesia mencatat kinerja paling menonjol dengan proyeksi pendapatan USD 66 juta (Rp1,09 triliun), disusul Thailand dengan USD 49 juta dan Filipina USD 44 juta. Negara-negara lain di kawasan seperti Malaysia dan Vietnam turut menyumbang USD 29 juta.

Menariknya, Indonesia diprediksi akan menjadi pemain utama Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan. Pada 2030, pendapatan industri drama mikro nasional diperkirakan tembus USD 311 juta (Rp5,15 triliun), tumbuh dengan CAGR sebesar 36,3 persen.

Meski dikenal sebagai raksasa hiburan Asia, Jepang dan Korea justru masih tertinggal di sektor drama mikro. Tahun ini, pendapatan Jepang baru mencapai USD 267 juta, sementara Korea hanya USD 109 juta.

Namun, keduanya diperkirakan akan mengejar ketertinggalan. Pada 2030, Jepang diproyeksi mencapai pendapatan USD 1,2 miliar, dan Korea USD 886 juta, dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang sangat agresif di atas 35 persen.

Lonjakan pesat ini menunjukkan bahwa drama mikro telah menjadi wajah baru industri hiburan digital global. Dengan biaya produksi rendah, format fleksibel, dan daya tarik tinggi di kalangan penonton muda, drama mikro kini menjadi arena persaingan baru antara kreator, platform, dan investor media di seluruh dunia.

Bagi Indonesia, tren ini menjadi peluang emas. Dengan besarnya populasi pengguna internet dan budaya konsumsi konten pendek yang tinggi, ekosistem drama mikro nasional berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia dalam lima tahun ke depan.[THQ]

China Drama Mikro
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article119 Kali Water Bombing Padamkan Karhutla di Sumsel, Asap Masih Selimuti Tiga Kabupaten
Next Article Jelang Piala Dunia U-17 2025, 21 Pemain Muda Terbaik Diboyong ke Qatar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,969 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,840 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,813 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?