RELUNG.ID – Setelah mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal keempat (Q4) 2025 dengan pendapatan mencapai USD 102,5 miliar.
CEO Apple, Tim Cook mengungkapkan rencana ambisius perusahaan untuk memperluas kemitraan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Dalam wawancara bersama CNBC, Cook mengatakan bahwa meski permintaan pasar terhadap produk Apple tetap tinggi, perusahaan masih menghadapi kendala pasokan untuk beberapa model iPhone 17 serta seri iPhone 16 tahun lalu.
Ia optimistis tren positif tersebut akan berlanjut hingga periode liburan akhir tahun. Apple bahkan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen sampai12 persen pada kuartal Desember 2025.
Selain itu, Cook memastikan bahwa Apple tengah menyiapkan versi terbaru Siri yang telah lama dinantikan publik.
Asisten virtual tersebut akan hadir dengan pembaruan besar berbasis AI, dan dijadwalkan meluncur pada Maret 2026, setelah sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan.
“Kami terus berinvestasi besar dalam pengembangan kecerdasan buatan dan berencana menjalin kemitraan lebih luas di bidang ini,” ujar Cook.
Setelah menjalin kerja sama dengan OpenAI pada tahun 2024, Apple disebut akan menggandeng lebih banyak penyedia teknologi AI untuk memperkuat ekosistem Apple Intelligence. Namun, Cook tidak menyebutkan secara spesifik perusahaan mana yang akan menjadi mitra berikutnya.
Di sisi lain, Cook juga menyinggung dampak biaya tarif impor terhadap kinerja perusahaan. Ia menyebut Apple harus menanggung tambahan biaya sebesar USD 1,1 miliar selama kuartal September 2025, dan memperkirakan biaya tarif tersebut akan meningkat menjadi USD 1,4 miliar pada kuartal Desember mendatang.
Langkah Apple memperluas kolaborasi di bidang AI dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan teknologi global, sekaligus mempertahankan inovasi di tengah meningkatnya kompetisi dengan raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Samsung. (LWM)

