RELUNG.ID – Pemerintah menargetkan pendapatan dari Sektor Pariwisata nasional tembus Rp111,7 triliun. Pasalnya, sektor ini terlihat berangsur pulih.
Penetapan target sektor pariwisata nasional ini, didasarkan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.
Demikian diakui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Kamis (9/2).
Dia mengatakan, dari data Kemenparekraf, peningkatan wisatawan nusantara meningkati lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara BPS mencatat, wisatawan mancanegara naik hingga 251,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana, negara asal para wisatawan mancanegara ini didominasi Malaysia, Timor Leste, Australia, dan Singapura.
Baca Juga: Hindari 5 Obrolan Ini Saat Kencan Perdana
“Pemulihan ekonomi terus berlanjut dan koordinasi dengan para stakeholder harus tetap dijaga. Dan kolaborasi ini merupakan kata kunci untuk menumbuhkan dan membangkitkan pariwisata Indonesia,” katanya dikutip dari keterangan resminya.
Kinerja sektor pariwisata diprediksi akan terus menguat pada tahun 2023. Menko Airlangga menyebutkan bahwa pendapatan yang dihasilkan dari pariwisata nasional pada tahun 2023 ditargetkan mencapai sekitar 111,7 triliun rupiah.
Dari sisi kesehatan, kebijakan PC-PEN di masa transisi dipastikan akan terus berjalan di Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Daerah. Sementara itu, kebijakan mendorong daya beli dan konsumsi dalam negeri dilakukan melalui Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, pemberdayaan UMKM, desa wisata, dan desa kreatif.
Baca Juga: Mayat Perempuan Paruh Baya Ditemukan di Dalam Parit, Korban Diduga ODGJ
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sektor Pariwisata juga terus dilakukan pengembangan, seperti terlihat pada KEK Mandalika, Tanjung Lesung, Lido, Tanjung Kelayang, Singhasari, Morotai, Likupang, dan Sanur. Pada tahun 2023, melalui pengembangan KEK tersebut diharapkan dapat menghasilkan total investasi sebesar Rp9.631 miliar dan 31.805 orang serapan tenaga kerja.
Kunjungan wisatawan nusantara juga terus didorong, khususnya pada lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas melalui penyelenggaraan berbagai event internasional diantaranya yakni F1 Power Boat di Danau Toba dan ASEAN Tourism Forum 2023 di Borobudur. Selain itu juga termasuk event MotoGP, WSBK, dan MXGP di Mandalika, Likupang Tourism Festival di Likupang, dan Wonderful Indonesia Bersuara di Labuan Bajo.
“Pemerintah juga saat ini memberikan kemudahan penyelenggaraan beragai kegiatan dari MICE, Musik hingga olahraga dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keamanan,” terangnya.
Saat ini, pemerintah berupaya peningkatan jumlah penerbangan internasional dan pemberian kemudahan imigrasi pada subjek Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata (BVKKW) dan penambahan Subjek Visa Kunjungan Saat Kedatangan Khusus Wisata (VKSKKW) menjadi 60 negara, termasuk penerapan electronic visa on arrival (e-VOA) juga terus dilakukan.
Baca Juga: Kesal Permintaan Tidak Dipenuhi, Seorang Anak Pukul Ibu Kandungnya
Pemberian Kredit Usaha Rakyat dengan bunga ringan sebesar 6 persen per-tahun dalam rangka memperkuat permodalan serta memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku UMKM di bidang pariwisata juga menjadi strategi yang dilakukan dalam upaya pemulihan Sektor Pariwisata.
“Saya mengajak agar seluruh stakeholder bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, terutama di Sektor Pariwisata,” pungkasnya.

