RELUNG.ID – Pelaku bullying di sekolah-sekolah banyak terjadi kepada teman sekelasnya. Hal itu disebabkan didikan orang tua sejak dini tidak dilakukan oleh orang tua.
Dilansir dari beautynesia, ini 8 cara mendidik anak agar tidak suka membullu dan melakukan kekerasaan saat tumbuh besar, simak dibawah ini :
1. Jangan Menolerir Penindasan
Dilansir dari KidsHealth, kamu harus menanggapi penindasan dengan serius. Pastikan anak-anakmu memahami bahwa tindakan penindasan tidak bisa ditoleransi.
Tegaskan hukuman pada anakmu bila dia melakukan penindasan pada temannya atau orang lain. Contohnya, jika dia melakukan cyber bullying, maka cobalah untuk menghentikan haknya untuk bermain internet. Sementara itu, ajari anakmu memperlakukan orang lain dengan hormat, baik, dan penuh empati.
Baca Juga: Ini 10 Tips Aman Liburan Membawa Anak
2. Bekerjasama dengan Pihak Sekolah
Jika anakmu melakukan penindasan di sekolah, maka bekerjasamalah dengan pihak guru (misalnya, guru BK atau walikelas), maupun kepala sekolah. Rencanakanlah dengan pihak terkait mengenai tindakan edukasi untuk anakmu agar tidak lagi melakukan penindasan pada temannya.
3. Dimulai dari Rumah
Ada baiknya bila kamu dan suamimu menjaga perilaku di rumah. Ingatlah bahwa caramu dan suamimu berbicara, menangani konflik serta masalah, dan sifat agresif kalian dapat dicontoh oleh anak-anak.
Jika anak-anakmu setiap hari menerima teriakan, makian, hinaan, atau kekerasan fisik dari saudara atau orangtuanya, maka dia berpotensi melakukan hal yang sama di lingkungannya yang lain.
4. Besarkan Anak Tanpa Kekerasan
Mengutip University of Delaware, jika kamu ingin anakmu tidak melakukan kekerasan, maka jangan gunakan kekerasan untuk menegur atau mendisiplinkan mereka. Ajarilah anakmu dengan memperjelas tentang perilaku seperti apa yang ingin kamu lihat dari anakmu.
5. Hindari Tayangan yang Memuat Kekerasan
Awasi selalu anakmu saat mengakses platform seperti YouTube atau menonton televisi. Pastikan mereka tidak menonton tayangan dan penjelasan tentang kronologi kekerasan di televisi, berita, maupun channel YouTube.
Pun, jika kamu ingin menyaksikannya, pastikan kamu sedang berada dalam jarak yang jauh dengan anak-anak sehingga mereka tidak ikut melihat atau mendengarnya.
Baca Juga: Ini 4 Cerita Melenceng dari Manga Boruto Season 2, Boruto jadi Anak Durhaka
6. Ajari Anak untuk Menghormati Perbedaan
Ini merupakan salah satu tips yang penting dalam membesarkan anak-anak tanpa kekerasan. Berikanlah teladan dengan berperilaku sopan kepada semua orang, termasuk pelayan, supir, pramusaji, dan sebagainya. Ajari anakmu bahwa setiap orang berhak dihormati dan disayangi.
Ajari dia untuk merangkul orang lain meskipun berbeda agama, suku, golongan, ras, keturunan, pilihan, pandangan hidup, bahkan orientasi seksual dengannya. Jangan berikan contoh buruk dengan menjelekkan orang-orang yang memiliki perbedaan denganmu, apalagi mengajarkan kebencian pada anak-anakmu. Demikian tips keenam yang dilansir dari MyLittleMoppet.
7. Menjamin Lingkungan yang Aman, Terlindung dan Bahagia
Luangkan waktu untuk bersama anak-anak agar mereka tahu bahwa mereka disayangi dan tidak perlu takut melampiaskan emosinya. Jadilah orang dewasa yang bisa menjadi panutan anak-anakmu, habiskan waktu berkualitas bersama mereka, dan ajari anakmu kasih sayang.
Hal ini perlu dilakukan agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang penyayang dan tidak suka melakukan perundungan atau kekerasan.
8. Memberi Contoh Menangani Konflik dengan Baik
Anak-anak belajar banyak tentang hubungan antarmanusia dari orangtuanya. Begitu pula cara mengelola konflik dari orangtua dapat mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Di antaranya adalah belajar bersikap adil, sopan, dan menyelesaikan masalah tanpa perlu melakukan kekerasan.
Dengan menyelesaikan konflik dengan perilaku positif, kamu dapat memberi contoh baik untuk anakmu untuk menghadapi konflik dan perbedaan dengan damai.

