RELUNG.ID – Penyelidik Eropa menutup layanan komunikasi terenkripsi yaitu Exclu. Lantaran, diduga kerap menjadi saluran perdagangan narkoba, Selasa (7/2).
Pihak Berwenang Jerman pun menyebutkan 48 orang juga ditangkap, mulai dari operator, administrator layanan komunikasi Exclu.
Baca Juga: Sinopsis ‘Black Clover’ Cita-cita Anak Yatim Jadi Kaisar Sihir, Tapi Tidak Punya Ilmu Sihir
Dalam sebuah pernyataan Kantor Polisi Kriminal di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman Barat menyebutkan lebih dari 70 properti digeledah di Jerman, Belanda, Belgia dan Polanda pada Jumat lalu saat penangkapan.
Penahanan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan yang diluncurkan pada tahun 2020, yang berakar pada penutupan tahun sebelumnya dari bekas bunker militer di Jerman barat yang menampung situs yang menjual narkoba dan aktivitas ilegal lainnya.
Baca Juga: Perahu Tabrak Batu, Tiga Migran Tewas di Yunani
Otoritas Jerman mengatakan Exclu ditawarkan kepada pengguna sebagai aplikasi smartphone, dengan lisensi enam bulan seharga 800 euro. Itu diperkirakan memiliki 3.000 pengguna, 750 di antaranya di Belanda, di mana polisi juga terlibat dalam penyelidikan.

