RELUNG.ID – Untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga pengangguran di wilayah OKU Timur. Bupati meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat perencanaan yang matang.
Hal ini disampaikan Bupati OKU Timur, Lanosin dihadapan seluruh pejabat di Pemkab OKU Timur dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD Kabupaten OKU Timur Tahun 2024, di Bina Praja II, Selasa (7/2).
Baca Juga: Drama Korea ‘Soulmate’ Bakal Tayang 15 Maret Mendatang, Sinopsisnya
“Dalam perjalanan yang panjang kepemimpinan saya sangat luar biasa, sudah sepakat dalam perencanaan semuanya harus terukur,” katanya.
Menurutnya, angka ukuran maju suatu daerah ada di BPS. Sementara mulia itu angkanya ada di Kementrian Agama, sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan sesuai dengan visi dan misi.
“Banyak yang harus diselesaikan salah satunya stunting yang bukan hanya persoalan daerah tapi juga persoalan nasional. Pemerintah harus menekan angka stunting dengan berbagai cara,” terangnya.
Baca Juga: Apple Pertimbangan iPhone Ultra Dirilis 2024, Model iPhone Tertinggi dari Pro dan Pro Max
Pemerintah juga harus membutuhkan inovasi agar bisa menekan angka stuntingnya. Kemudian angka kemiskinan ekstrim dan pengangguran, harus ditekan angkanya menjadi turun. “Untuk angka harapan sekolah sudah bagus dan perlu ditingkatkan serta dilanjutkan program pendidikannya,” imbaunya.
Untuk menekan angka kemiskinan ekstrim, para OPD harus menyesuaikan programnya untuk masyarakat.
“Menurunkan angka kemiskinan itu dengan tiga cara yaitu meningkatkan daya beli masyarakat, pendidikan yang merata serta menekan angka penganguran,” jelasnya.
Baca Juga: Luffy Dikenal Dengan Nama Mugiwara? Ternyata Ini Alasannya
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembanguna dan Penelitian Perkembangan, Maryus Markus Firdaus mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan masukan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan awal RKPD OKU Timur.
“Ada bebrapa isu nasional yang harus diselesaikan dan masuk dalam penuntasan perencanaan yaitu penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan SDM dan penurunan stunting, pemerataan insfrastruktur dan peningkatan reformasi dan birokrasi,” pungkasnya.

