RELUNG.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pemerintah pusat masih sepenuhnya mampu menangani bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Baik secara sumber daya manusia maupun dukungan finansial, pemerintah disebut telah mengerahkan seluruh kekuatan internal untuk membantu daerah-daerah terdampak.
“Pemerintah sudah menurunkan semua sumber daya. Kita fokuskan dulu bantuan dari internal pemerintah saja,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (9/12).
Puan menjelaskan bahwa keterlibatan bantuan luar negeri hanya dapat dibuka apabila pemerintah menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional. Saat ini, status bencana masih berada di level daerah, sehingga bantuan asing belum dianggap mendesak.
“Bantuan dari pemerintah pusat sampai hari ini masih tercukupi. Pemerintah masih mampu,” kata Puan menegaskan.
Di balik pernyataan pusat yang meyakinkan, kondisi di Aceh menunjukkan tantangan lapangan yang jauh lebih kompleks. Pemerintah Provinsi Aceh memutuskan menerima bantuan lima ahli dari China untuk memperkuat proses pencarian korban yang hingga kini masih hilang di bawah timbunan lumpur.
Kelima ahli tersebut telah bertemu Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) di Pendopo Gubernur Aceh. Mereka membawa teknologi khusus untuk mendeteksi keberadaan mayat yang tertimbun material banjir.
“Mereka punya alat untuk mendeteksi mayat di dalam lumpur. Ini sangat membantu percepatan pencarian,” ujar Mualem, Sabtu (6/12).
Mualem memaparkan kondisi di sejumlah titik terdampak yang digambarkan “sangat berat”. Beberapa desa hilang terseret arus banjir bandang. Tim SAR juga menemukan kendaraan yang tertimbun lumpur dengan korban jiwa masih berada di dalamnya.
Pemerintah Aceh berharap kolaborasi dengan ahli China, ditambah upaya nonstop dari Basarnas dan TNI-Polri, bisa mempercepat pencarian korban serta pembukaan akses menuju wilayah yang masih terisolasi.[THQ]

