RELUNG.ID – Liga Arena 2025 tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menjadi laboratorium pembinaan bagi talenta muda sepak bola Palembang. Kompetisi yang digelar selama tujuh pekan ini dinilai efektif sebagai ajang transisi pemain usia dini menuju level permainan yang lebih kompetitif.
Partai puncak kelompok usia U14 yang mempertemukan SSB Putra Sunda dan SSB Pusri di Stadion Kamboja Palembang menjadi penutup Liga Arena 2025. Laga berlangsung sengit tanpa gol di waktu normal, sebelum akhirnya SSB Pusri memastikan gelar juara lewat kemenangan tipis 1-0 pada babak tambahan.
Kapten SSB Pusri, Arya, menyebut keberhasilan timnya tidak lepas dari disiplin latihan dan kekompakan skuad.
“Kami menjalani latihan rutin empat kali dalam sepekan. Kemenangan ini hasil kerja keras seluruh tim,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Sementara di kategori U12, Sriwijaya Asah Soccer (SAS) tampil dominan dan keluar sebagai juara setelah mengungguli tujuh peserta lainnya, yakni SSB Pusri, Putra Sunda, Bumara, PSS, Planet Soccer Skill, Elmas, dan Persegrata.
Direktur Kompetisi Askot PSSI Palembang, Heryanto Husada, mengatakan Liga Arena 2025 yang dimulai sejak 15 November lalu dirancang sebagai kompetisi berjenjang yang mendukung pembinaan usia dini secara berkelanjutan.
“Selama tujuh minggu pelaksanaan, kompetisi berjalan lancar dan memberikan pengalaman bertanding yang konsisten bagi anak-anak,” katanya.
Menurut Heryanto, kompetisi ini memiliki peran penting terutama bagi pemain U12 yang sedang memasuki masa transisi dari format permainan lapangan kecil menuju lapangan penuh.
“Anak-anak mulai beradaptasi dari sistem 7 lawan 7 ke 11 lawan 11. Ini sangat penting sebagai persiapan mereka menghadapi Piala Suratin U14 tahun depan,” jelasnya.
Ia menilai Liga Arena juga menjadi sarana pembelajaran mental dan fisik bagi pemain muda, karena mereka dituntut tampil lebih kuat, disiplin, dan memahami taktik di lapangan besar.
Askot PSSI Palembang berharap Liga Arena dapat menjadi agenda rutin tahunan, bahkan berkembang menjadi kompetisi mingguan yang berkesinambungan.
“Dengan kompetisi reguler, kreativitas dan kualitas pemain akan lebih terasah. Ini bagian dari upaya jangka panjang membangun sepak bola Palembang,” pungkas Heryanto.[THQ]

