RELUNG.ID – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak selalu identik dengan pusat perbelanjaan atau tempat hiburan. Di Palembang, museum justru mulai menjadi pilihan alternatif masyarakat untuk mengisi waktu liburan dengan kegiatan bernilai edukatif dan bersejarah.
Museum Sultan Mahmud Badarudin II (SMB II) Palembang menjadi salah satu destinasi yang dipersiapkan khusus menyambut lonjakan pengunjung. Pengelola melakukan penataan ulang ruang pamer, membuka kembali ruangan yang sebelumnya tertutup, serta menampilkan koleksi baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Pembaharuan tersebut menjadi bagian dari upaya museum untuk menghadirkan suasana yang lebih segar dan interaktif. Sejumlah inovasi seperti konsep imersif, pameran tematik, hingga mini teater juga tengah dipersiapkan dan direncanakan diluncurkan pada awal 2026.
Momentum liburan sekolah dan Nataru dinilai menjadi waktu strategis untuk mengenalkan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Meski jumlah kunjungan bersifat fluktuatif, pengelola optimistis minat masyarakat akan terus meningkat seiring pembenahan fasilitas dan penambahan koleksi. Target kunjungan tahun depan pun dipatok mencapai 30 ribu orang.
Antusiasme serupa juga terlihat di Museum Negeri Sumatera Selatan Bala Putra Dewa. Setiap akhir tahun, museum ini rutin mengalami peningkatan jumlah pengunjung, terutama dari rombongan sekolah dan keluarga. Ribuan koleksi sejarah yang dimiliki, mulai dari busana adat, senjata tradisional, prasasti, hingga rumah tradisional Palembang, menjadi daya tarik utama.
Bagi sebagian pengunjung, museum menawarkan konsep liburan yang berbeda. Selain rekreasi, anak-anak dapat belajar mengenal sejarah dan budaya daerah secara langsung. Rumah Limas, salah satu ikon Palembang yang dipamerkan, menjadi objek favorit karena memiliki nilai historis dan pernah diabadikan pada uang kertas nasional.[THQ]

