RELUNG.ID- Laporan kosongnya stok susu UHT di sejumlah minimarket ramai diperbincangkan warganet. Bahkan, beberapa gerai disebut membatasi pembelian maksimal untuk jenis susu tertentu.
Sejumlah warganet mengaitkan kondisi ini dengan kembali berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring masuknya anak sekolah sejak 6 Januari 2026.
“Di supermarket dekat rumah saya tanya kasir kenapa susu varian plain/full milk 1 literan kosong? Katanya habis diborong SPPG,” tulis salah satu warganet di platform X, Kamis (8/1/2026).
Warganet lain juga mengunggah pengalaman serupa.
“Tadi di supermarket dekat rumah ada yang ngeborong susu UHT 1 liter. Pas dibawa ke parkiran, masuk ke mobil SPPG,” tulisnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengakui kebutuhan susu dalam program MBG memang sangat besar. Namun, pemerintah mengklaim telah mengantisipasi potensi kelangkaan di pasaran.
“Kebutuhan susu memang banyak karena skalanya besar. Untuk itu sekarang sedang dibangun pabrik-pabrik susu baru,” ujar Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Sawah Besar, Kamis (8/1/2026).
Meski demikian, Nanik belum menjelaskan secara rinci apakah akan ada koordinasi lanjutan antara pemerintah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan produsen susu agar pasokan di tingkat ritel tetap terjaga.
“Pemerintah saat ini juga sedang membangun sekitar 500 peternakan,” pungkasnya.
Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Program ini membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, termasuk susu sebagai salah satu menu pendukung gizi anak.[YKP]

