Selama tahun 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Komering Ulu (OKU) mencatat total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di OKU mencapai 45 kasus.
Kasus DBD tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat lima kasus hingga akhir tahun.
Baca Juga: Tahun Ini, Target PAD Palembang Naik Jadi Rp 1,23 Triliun
“Di tahun 2022 kemarin setidaknya puluhan penderita DBD mulai anak-anak hingga usia 44 terpaksa dirawat di rumah sakit karena penyakit tersebut,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, Selasa (10/1).
Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat penyakit DBD ini, dan seluruh pasien dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebaran DBD yang rentan menyebar saat musim hujan dengan menerapkan pola 3 M yaitu menguras dan menutup bak penampungan air serta mengubur barang bekas.
“Cara ini paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit DBD,” terangnya.
Baca Juga: Aksi Pencurian Sepeda Motor Di Muara Enim Digagalkan Korban
Selain menggunakan obat nyamuk, masyarakat juga dianjurkan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak dapat masuk ke dalam rumah. Penyakit DBD ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang mana penderitanya mengalami gejala seperti demam tinggi dan nyeri sendi otot yang membuat tulang terasa retak.
“Jika tidak dicegah, penyakit ini dapat berdampak kepada meninggal dunia. karena itu masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

