Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Lubuklinggau, mencatat hingga kini masih terdapat 200 hektare kawasan kumuh di Lubuklinggau yang belum tertangani. Kawasan kumuh tersebut tersebar di 11 kelurahan.
Kepala Bappeda Lubuklinggau, Emra mengatakan, hingga saat ini sudah dua kali menangani kawasan kumuh. Pertama sudah selesai dilakukan, dan yang kedua yakni seluas sekitar 460 hektar dan baru selesai 62 hektar. “Sekarang sisa sekitar 200 hektare yang belum belum tertangani. Namun, akan tetap kami tangani,” katanya.
Emra juga mengungkapkan, di tahun ini ada dua program yang diusulkan pihaknya yakni untuk sanitasi dan perumahan. Usulan tersebut oleh pihaknya difokuskan ke daerah Taba Jemekeh dan Batu Urip. “Itu lebih banyak ke sanitasi, perumahan. Kemarin sudah kita usulkan ke Pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, mengenai kondisi kemiskinan ekstrim di Lubuklinggau alami menurutnya cukup turun lebih kurang 1,2 persen dari jumlah penduduk. “Kondisi kemiskinan ekstrim kita di kota Lubuklinggau ini dari tahun 2021 ke 2022 cukup turun lebih kurang 1,2 persen dari jumlah penduduk,” ungkapnta.
Selain itu, di 2023 ini pihaknya juga masih fokus dengan tiga program yakni stunting, penurunan kemiskinan ekstrim dan pengendalian inflasi daerah. “Itu yang perlu kita fokuskan,” timpalnya.
Untuk stunting di tahun 2022, dia mengklaim sudah cukup turun diangka sekitar 11 persen dari 22,8 persen. “Alhamdulillah tahun 2022 ini untuk stunting kita sudah cukup turun diangka 11 persen,” pungkasnya.

