Pembangunan jalan tol Indralaya- Prabumulih (Sesi 1) ruas tol Muara Enim-Lubuk Linggau hingga Provinsi Bengkulu, ditargetkan selesai pada Maret 2023 mendatang.
Jalan tol Indralaya -Prabumulih sepanjang 65 km (sesi 1) melintasi dua wilayah Kecamatan Muara Enim yakni Kecamatan Kelekar sepanjang 4,7 Km melintasi Desa Suban dan Kecamatan Belide Darat sepanjang 4,6 Km melintasi Desa Tanjung Tiga, Desa Ibul dan Desa Gaung Asam.
Pj Bupati Muara Enim, Kurniawan melakukan peninjauan pembangunan jalan tol di wilayah kecamatan Kelekar hingga keluar tol Indralaya, Ogan Ilir didampingi unsur forkopimda dan OPD terkait, Kamis (29/12).
Pj Bupati Muara Enim Kurniawan dan para pejabat sempat berdialog dan mendapat penjelasan terkait progres pembangunan jalan tol dari Arlubis Ariansyah Koordinator K3 PT Hutama Karya selaku kontraktor pembangunan jalan tol Indralaya-Prabumulih.
Pj Bupati Muara Enim, Kurniawan menerangkan pengecekan ruas tol Prabumulih-Indralaya ini untuk pemetaan arus lalu lintas libur tahun baru. Selain itu mengecek ruas tol di area kecamatan Belida Darat dan Kecamatan Kelekar yang masuk wilayah Muara Enim. Sebab informasinya awal 2023 ruas tol Prabumulih- Indralaya sudah bisa dilalui.
Namun mendengar penjelasan dari pihak PT Hutama Karya bahwa proses pengerjaan masih ada kendala seperti pengaruh hujan dan lainnya. “Target mereka jalan tol Indralaya-Prabumulih sudah selesai Maret 2023 dibuka untuk masyarakat dan kendaraan sudah bisa melintas,” jelas Kurniawan sembari menghimbau agar masyarakat mendukung pembangunan jalan tol ini bisa selesai tepat waktu. Di mana jalan tol ini merupakan program strategis nasional dari pemerintah pusat.
Kurniawan juga berharap jika jalan tol Indralaya-Prabumulih sudah selesai setidaknya bisa memperlancar arus lalu lintas dari Muara Enim menuju Palembang. “Yang pasti jarak tempuh ke Palembang atau sebaliknya bisa lebih cepat dari sekarang ini,” urai Bupati.
Disinggung mengenai pembangunan jalan tol Prabumulih-Muara Enim, Kurniawan menjelaskan bahwa ini masih proses pembebasan lahan masyarakat yang baru mencapai 8-10 persen dan Pemkab Muara Enim masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Harapan kita, mudahan untuk jalan tol Prabumulih-Muara Enim ke depan terus berlanjut. Sehingga jarak tempuh ke Palembang semakin cepat, saya harap masyarakat bisa mendukung program pembangunan jalan tol ini, karena kita lihat sangat-sangat dibutuhkan untuk percepatan ekonomi dan pembangunan,” harap Kurniawan.
Sementara itu, Site Operation Manager STA 37 PT Hutama Karya selaku kontraktor jalan tol Indralaya-Prabumulih, Ismail menerangkan bahwa ia selaku penanggungjawab untuk pembangunan ruas tol STA 37 di wilayah rest area Km 55. Di mana untuk rest area akan ada masjid, tenan penjualan makanan, pujasera dan fasilitas lain seperti SPBU. “Untuk SPBU mungkin bertahap, kita menyediakan tempat untuk pembangunan SPBU tergantung pihak ketiga nantinya,” jelas Ismail.
Ismail menjelaskan secara keseluruhan pengerjaan jalan tol Indralaya-Prabumulih sudah mencapai 80 persen lebih. Saat ini masih proses pengerjaan fisik, pengerasan dan pengaspalan jalan. “Sesuai kontrak dan target pembangunan jalan tol Indralaya-Prabumulih selesai pada Maret 2023 dan Lebaran Idul Fitri sudah bisa dilintasi kendaraan. Mudah-mudahan bisa tepat waktu,” pungkasnya.

