RELUNG.ID – Sebelum memasuki bulan Ramadan, hendaknya umat Muslim dapat menuntaskan berbagai permasalahannya dengan saudara, istri maupun kerabatnya. Pasalnya, ada tiga golongan yang puasanya tidak diterima oleh Allah SWT.
Hal itu diungkapkan Guru Agama SMK PGRI 1 Palembang, Ustadz Syamil Yanuardi, S.Pd dalam program Kultum dari Relung yang digelar Relung Media, Senin (3/3/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syamil menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Namun, ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus pada menahan lapar dan dahaga, melainkan juga memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Ada tiga golongan yang puasa Ramadannya tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Golongan pertama adalah anak yang durhaka kepada orang tua. Menurutnya, restu dan ridho orang tua menjadi kunci diterimanya amal ibadah seorang anak, termasuk puasa.
“Maka di bulan Ramadan ini, mari kita introspeksi diri. Jika pernah melukai hati orang tua, segeralah meminta maaf. Jangan sampai ibadah kita tertolak karena masih menyimpan kedurhakaan,” tegasnya.
Golongan kedua adalah istri yang durhaka kepada suami. Ustadz Syamil menjelaskan pentingnya keharmonisan dalam rumah tangga sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
“Jika ada suami istri yang masih berselisih dan belum saling memaafkan, jadikan Ramadan sebagai momentum untuk berdamai dan memperbaiki hubungan,” katanya.
Sementara golongan ketiga adalah sesama muslim yang tidak saling memaafkan. Ia mengingatkan bahwa dendam dan permusuhan dapat menjadi penghalang turunnya rahmat Allah.
“Ramadan adalah bulan rahmat. Jangan kotori dengan kebencian. Mari kita saling memaafkan, baik dengan tetangga, sahabat, maupun rekan kerja, agar ibadah kita menjadi lebih murni,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Syamil juga menjelaskan bahwa secara bahasa Ramadan berasal dari kata “Ramdo” yang berarti membakar. Ia mengajak jamaah untuk membakar dosa-dosa dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ketakwaan.
“Sebanyak apa pun dosa kita, jangan berputus asa. Rahmat Allah sangat luas. Tetapi kita juga harus memperbaiki hubungan dengan sesama agar puasa kita benar-benar bernilai di sisi Allah,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan terbaik, bahkan menganggapnya sebagai Ramadan terakhir dalam hidup.
“Kita tidak tahu apakah masih dipertemukan dengan Ramadan berikutnya atau tidak. Maka jalankan puasa ini dengan khidmat, penuh keikhlasan, dan saling memaafkan agar kita meraih ketakwaan,” pungkasnya.
Saksikan ceramah lengkap Ustadz Syamil Yanuardi, S.Pd dalam program Kultum dari Relung melalui kanal resmi Relung Media Group:
– Youtube: https://youtu.be/NKCcI0QL5Ic
– Facebook : https://facebook.com/reel/1645170106660384/
– Instagram: https://www.instagram.com/p/DVaw7AMj1hC/
– TikTok: https://www.tiktok.com/@relung.id
Program Kultum dari Relung hadir setiap hari menjelang berbuka puasa selama Ramadan 1447 H/2026 M, menghadirkan ulama, akademisi, dan tokoh agama untuk menemani perjalanan spiritual masyarakat Sumatera Selatan. (KPB)

