Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) , Rumah Potong Hewan (RPH) di Sumsel mengalami kebanjiran order.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, Kamis (15/12).
Dia mengatakan lonjakan permintaan tersebut telah diprediksi sejak awal. Bahkan, saat ini lonjakan permintaan mencapai 15 hingga 20 persen. “Peningkatan permintaan memang biasa terjadi pada momen Hari Besar Keagamaan,” terangnya.
Dia mengatakan, untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, pengelola RPH telah meningkatkan pasokan sapi dan ayam yang dimilikinya. “Hampir seluruhnya sudah menambah stok. Misal dari yang tadinya hanya empat ton per hari, saat ini sudah ada yang punya pasokan sampai 12,5 ton,” katanya.
Menurutnya, untuk memenuhi pasokan tersebut, RPH telah memesan sapi ataupun ayam dari Pulau Jawa. Selain itu, sejumlah distributor daging sapi dan ayam beku juga ikut memenuhi pasokan. “Daging sapi-ayam beku distributor telah menyiapkan stok rata-rata sebanyak 16 ton selama periode Natal dan tahun baru ini,” tambahnya.
Terkait harga, Ruzuan mengatakan kondisinya saat ini relatif stabil. Berdasarkan data Satuan Tugas Pangan Sumsel, daging sapi segar per kilogram dijual rata – rata Rp130 ribu, untuk daging sapi beku rata-rata Rp120 ribu. Kemudian, daging ayam potong senilai Rp28 ribu per kilogram dan daging ayam beku rata-rata Rp19.500 per kilogram.
“Kami dalam Satuan Tugas Pangan Sumsel ini juga melibatkan aparat kepolisian untuk terus memonitor dan memastikan harga ini terjangkau di pasaran hingga kualitas daging yang dijual,” pungkasnya.

