RELUNG.ID — Sejumlah sekolah di Palembang memutuskan menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Lebaran 2026. Keputusan ini diambil agar distribusi makanan tidak terbuang sia-sia ketika aktivitas belajar mengajar dihentikan.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik di sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Palembang, Novrita Firdaus, mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penghentian sementara distribusi selama masa libur Idulfitri.
“Kami sudah berkomitmen dengan SPPG bahwa saat libur sekolah kami tidak menerima MBG, karena dikhawatirkan mubazir dan belum tentu siswa datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan,” ujarnya, Kamis (13/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kalender akademik, masa libur menjelang Idulfitri dimulai pada 13 Maret 2026. Karena itu, penyaluran MBG di sekolah tersebut juga dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan ketika kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
Menurut Novrita, selama bulan Ramadan program MBG tetap berjalan seperti biasa, namun dengan penyesuaian waktu pembagian. Makanan diberikan pada jam pelajaran terakhir agar siswa dapat membawanya pulang untuk berbuka puasa.
Menu yang dibagikan selama Ramadan umumnya berupa makanan kering. Untuk hari Sabtu, jatah makanan bahkan diberikan sekaligus pada Jumat karena sekolah menerapkan sistem pembelajaran full day.
“Selama bulan Ramadan program berjalan lancar. Menu dari SPPG sekarang juga lebih variatif, bahkan mereka sering meminta masukan dari sekolah terkait pilihan menu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada awal pelaksanaan program sempat muncul beberapa kendala, terutama terkait kualitas menu dari penyedia sebelumnya. Namun pihak sekolah memilih menyampaikan keluhan secara langsung kepada penyelenggara hingga akhirnya dilakukan evaluasi dan pergantian penyedia layanan.
Saat ini, jumlah penerima MBG di sekolah tersebut mencapai sekitar 1.050 orang, yang mencakup seluruh siswa, guru, serta staf sekolah. Sebelumnya, program tersebut hanya diperuntukkan bagi siswa dengan jumlah sekitar 995 orang.[THQ]

