Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Ketergantungan Batu Bara dan Sawit Jadi Alarm Fiskal Sumsel, Infrastruktur Ikut Tertekan
Bisnis

Ketergantungan Batu Bara dan Sawit Jadi Alarm Fiskal Sumsel, Infrastruktur Ikut Tertekan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda18/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi jalan hauling batu bara. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menghadapi tantangan ganda dalam menjaga kesehatan fiskal daerah. Di satu sisi, ketergantungan tinggi pada sektor komoditas masih mendominasi struktur ekonomi, sementara di sisi lain kebutuhan pembangunan infrastruktur terus membengkak.

Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Sumatera Selatan, Hari Wibawa, mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel masih berasal dari sektor pertambangan dan perkebunan.

“Porsi terbesar itu dari pertambangan dan penggalian. Sekitar 16 persen disumbang batu bara, sementara dari perkebunan didominasi sawit,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai menjadi titik rawan bagi fiskal daerah. Pasalnya, mayoritas komoditas yang dihasilkan masih berupa bahan mentah, sehingga sangat bergantung pada fluktuasi harga global.

“Kalau harga komoditas turun, dampaknya langsung terasa ke pendapatan daerah,” katanya.

Tak hanya itu, tantangan juga datang dari tingginya kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karakteristik geografis Sumsel yang beragam—mulai dari pegunungan hingga wilayah rawa dan sungai—membuat biaya pembangunan jauh lebih besar dibandingkan daerah lain.

Akibatnya, anggaran pemerintah daerah, khususnya di tingkat kabupaten dan kota, banyak tersedot untuk pembangunan dan perbaikan jalan. Namun, hasilnya belum sepenuhnya optimal.

“Saat ini kondisi jalan baik di kabupaten dan kota baru sekitar 50–60 persen, bahkan ada yang hanya 40 persen,” ungkap Hari.

Keterbatasan infrastruktur ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil perkebunan dan akses menuju sentra produksi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemprov Sumsel mulai menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah menggenjot pendapatan daerah melalui digitalisasi sistem pembayaran pajak.

Langkah ini diharapkan mampu menutup kesenjangan potensi wajib pajak yang cukup besar, di mana dari sekitar 4 juta potensi, baru 1,2 juta yang aktif membayar.

Selain itu, pemerintah juga berupaya melakukan restrukturisasi belanja agar lebih efisien, sekaligus meningkatkan porsi belanja modal yang dinilai memiliki efek pengganda lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di sektor usaha daerah, kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi sorotan. Dari sejumlah BUMD yang dimiliki, hanya sebagian kecil yang rutin memberikan dividen.

“Ini juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita ke depan,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Sumsel mulai membuka opsi pembiayaan alternatif seperti obligasi daerah dan sukuk, meski masih dalam tahap kajian. Sementara itu, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) mulai didorong untuk mendukung pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.[THQ]

Batu bara Sawit Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSeo Kang Jun dan Ahn Eun Jin Bintangi Drama Romantis Another Love But You
Next Article Denada Buka Suara Soal Ressa Rossano, Akui Simpan Rasa Bersalah dan Terus Berusaha Menghubungi
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20265 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20267 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20266 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,012 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,882 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,854 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?