Presiden Peru dilengserkan dan ditahan. Lantaran, berencana untuk membubarkan parlemen atau legislatif.
Penahanan ini dimakzulkan dalam kongres Peru dan mengabaikan upaya orang nomor satu di Peru tersebut untuk membubarkan parlemen. Hasil kongres tersebut, 101 suara mendukung penggulingan Castillo, enam menolak, dan 10 abstain.
Setelah Castillo dinyatakan digulingkan, Kongres memanggil Wakil Presiden Dina Boluarte untuk menjabat. Dia dilantik sebagai presiden hingga tahun 2026, menjadikannya presiden perempuan pertama di Peru.
Boluarte kemudian menyerukan gencatan senjata politik untuk mengatasi krisis. Ia mengatakan kabinet baru yang mencakup semua garis politik akan dibentuk.
Dimuat The New Daily, Boluarte mengecam langkah Castillo untuk membubarkan Kongres sebagai “percobaan kudeta”.
Pada Rabu malam, kementerian publik mengatakan Castillo telah ditahan dan dituduh melakukan kejahatan pemberontakan karena melanggar tatanan konstitusional.
Ketegangan sendiri dipicu oleh pernyataan Castillo yang akan menutup sementara Kongres dan meluncurkan pemerintahan pengecualian, serta menyerukan pemilihan legislatif baru.
Pernyataan itu memicu pengunduran diri dari menteri-menteri di kabinetnya dan tuduhan “kudeta” oleh anggota oposisi dan sekutu. Polisi dan angkatan bersenjata memperingatkan Castillo bahwa jalan yang diambilnya untuk mencoba membubarkan Kongres tidak konstitusional.
Peru telah mengalami kekacauan politik selama bertahun-tahun, dengan banyak pemimpin dituduh melakukan korupsi, upaya pemakzula, dan masa jabatan presiden dipersingkat.
Gejolak hukum terbaru dimulai pada bulan Oktober, ketika kantor kejaksaan mengajukan gugatan konstitusional terhadap Castillo karena diduga memimpin “organisasi kriminal” untuk mendapatkan keuntungan dari kontrak negara dan menghalangi penyelidikan.

