RELUNG.ID — Momentum Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah menjadi penggerak utama roda ekonomi di Sumatera Selatan. Tingginya aktivitas belanja masyarakat serta mobilitas selama periode ini dinilai memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat terlihat signifikan, terutama pada sektor kebutuhan pokok dan perdagangan.
“Ramadan dan Idulfitri membawa berkah tersendiri. Aktivitas ekonomi meningkat dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Meski permintaan melonjak, BPS mencatat kondisi harga di pasar masih relatif stabil. Beberapa komoditas seperti daging ayam dan minyak goreng memang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas yang dinilai wajar dan terkendali.
“Inflasi itu pasti ada, tapi yang penting tidak tinggi atau tidak liar. Sampai saat ini masih dalam kondisi normal,” jelasnya.
Menurut Wahyu, kestabilan harga tersebut tidak lepas dari kemampuan pasokan dalam mengimbangi lonjakan permintaan. Ia menyebut, keseimbangan antara suplai dan kebutuhan menjadi kunci utama menjaga inflasi tetap terkendali selama periode Ramadan.
Selain itu, BPS memprediksi harga-harga akan kembali menurun secara bertahap setelah Idulfitri, seiring meredanya permintaan masyarakat. Fluktuasi tersebut nantinya akan dihitung sebagai bagian dari indikator inflasi secara keseluruhan.
Ia juga menyoroti besarnya dampak ekonomi dari Ramadan dan Idulfitri, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa. Aktivitas konsumsi yang meningkat tidak hanya dirasakan umat Muslim, tetapi juga berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi.
Dalam waktu dekat, BPS Sumsel akan merilis data terbaru terkait perkembangan ekonomi selama Ramadan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
“Yang terpenting, kondisi saat ini masih stabil dan terkendali. Kami akan terus memantau agar keseimbangan ini tetap terjaga,” pungkasnya.[THQ]

