San Francisco membatalkan keputusannya untuk mengizinkan polisi menggunakan robot yang dilengkapi dengan senjata mematikan.
Sebelumnya, proposal penggunaan robot yang dilengkapi senjata mematikan telah disahkan minggu lalu oleh legislator kota, dewan pengawas, dan akan mengizinkan polisi mengakses robot yang bisa membunuh. Namun, kondisi tersebut menghadapi kritikan keras dari kelompok kebebasan sipil.
Hingga akhrinya dilakukan pemungutan suara dengan hasil suara bulat untuk menghentikan proposal, Selasa lalu. Dewan pun telah mengirimkan masalah tersebut ke komite untuk ditinjau lebih lanjut. Saat ini, proposal asli sekarang akan disempurnakan atau dihapus seluruhnya.
Dilansir dari BBC, Kelompok Stop Killer Robots, Dr Catherine Connolly mengatakan, bahwa langkah tersebut adalah “lereng licin” yang dapat menjauhkan manusia dari pembunuhan.
Seorang juru bicara SFPD mengatakan polisi hanya akan menggunakan robot tersebut dalam keadaan ekstrem. “Robot berpotensi dilengkapi dengan bahan peledak untuk menembus struktur berbenteng yang berisi subjek kekerasan, bersenjata, atau berbahaya,” katanya.
Robot ini dapat digunakan untuk melumpuhkan, atau membingungkan tersangka kekerasan, bersenjata, atau berbahaya yang menimbulkan risiko kehilangan nyawa.
Untuk diketahui, jenis robot mematikan ini sudah digunakan di bagian lain AS. Pada tahun 2016, polisi di Dallas, Texas, menggunakan robot yang dipersenjatai dengan bahan peledak C-4 untuk membunuh seorang penembak jitu yang telah membunuh lima petugas dan melukai beberapa lainnya.
