Sejumlah petani di Kabupaten Empat Lawang mengalami gagal panen. Hal ini disebut akibat serangan hama tikus dan kurangnya pasokan pupuk subsidi.
Demikian diungkapkan anggota salah satu kelompok tani di Desa Rantau Tenang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Edi Mansi, Selasa (29/11).
Saat ini, dia mengaku pasokan pupuk subsidi berkurang sehingga berdampak pada menurunnya hasil panen. Ditambah lagi dengan serangan hama tikus.
“Petani di Desa Rantau Tenang saat ini juga masih kekurangan alat pertanian, seperti traktor, mesin perontok dan akses jalan yang kurang mendukung,” katanya.
Karena itu, dia berharap kedepan bantuan pemerintah dikucurkan mulai dari traktor, mesin perontok hingga akses jalan keluar masuk untuk proses pengangkutan hasil pertanian. Karena menurutnya, hasil panen petani di Kecamatan Tebing Tinggi bukan hanya untuk masyarakat setempat tetapi dapat membackup juga se kabupaten Empat Lawang hingga Sumsel.
“Untuk saat ini hasil panen kita hanya didistribusikan untuk daerah Kecamatan Tebing Tinggi, namun untuk selanjutnya diharapkan bisa terdistribusi untuk menjadi lumbung padi Kabupaten Empat Lawang,” imbuhnya.
Sementar itu, Kepala Dinas Pertanian, Empat Lawang, Hendra Lezi mengakui beberapa waktu belakangan terjadi kelangkaan pupuk subsidi di Empat Lawang hingga berdampak menurunnya produksi padi. Meski demikian, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota pupuk subsidi ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel.
“Kami sudah membahasnya dengna provinsi, nanti akan ada penambahan kuota pupuk sekitar 160 ton per tahun, surat keputusan pembagian ini dimulai minggu-minggu ini,” terangnya.
Pihaknya juga terus mengupayakan agar petani di Empat Lawang tidak mengalami kelangkaan pupuk subsidi lagi. “Semua kendala dari petani sudah kita tampung dan segera kita carikan solusinya,” pungkasnya.

