RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat sistem keselamatan perjalanan kereta api. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memastikan keandalan axle counter di seluruh wilayah operasional.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan axle counter merupakan bagian penting dari sistem persinyalan otomatis. Alat ini berfungsi mendeteksi keberadaan kereta di suatu segmen jalur.
“Axle counter bekerja dengan menghitung jumlah gandar kereta yang masuk dan keluar dari satu blok rel. Sistem ini memastikan jalur benar-benar kosong sebelum kereta lain melintas,” ujar Aida.
Ia menjelaskan, axle counter terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, counting head sebagai sensor pendeteksi gandar di rel. Kedua, trackside connection box untuk transmisi data. Ketiga, evaluator sebagai unit pemroses data.
Perangkat ini dipasang di sejumlah titik strategis. Di antaranya emplasemen stasiun, sinyal masuk, sinyal keluar, dan sinyal blok. Fungsinya menjadi garda depan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta.
KAI Divre III Palembang saat ini mengelola 925 unit axle counter. Seluruhnya tersebar di lintas sepanjang 490.850 meter spoor yang melintasi tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Menurut Aida, axle counter memiliki tiga fungsi utama. Yakni mendeteksi keberadaan kereta, memastikan kekosongan jalur, serta mendukung investigasi jika terjadi gangguan perjalanan.
“Dengan sistem ini, potensi tabrakan bisa dicegah. Tidak dimungkinkan dua kereta berada di jalur yang sama dalam waktu bersamaan,” katanya.
Untuk menjaga keandalan alat, KAI melakukan perawatan rutin dan berkala. Pemeriksaan dilakukan harian, mingguan, hingga bulanan.
Perawatan mencakup peralatan luar dan dalam. Pada peralatan luar, petugas memastikan posisi sensor tetap presisi. Pembersihan dilakukan dari kotoran seperti lumpur dan serpihan besi. Sistem grounding juga diperiksa untuk mengantisipasi gangguan akibat petir. Selain itu, kondisi kabel dipastikan tidak rusak atau korosi.
Sementara pada peralatan dalam, petugas mengevaluasi modul elektronik. Hal ini untuk memastikan akurasi perhitungan gandar. Pengecekan juga dilakukan pada power supply guna menjaga kestabilan tegangan.
Aida menegaskan, perawatan ini penting untuk meminimalkan gangguan persinyalan. Faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan sambaran petir menjadi salah satu risiko yang diantisipasi.
“Perawatan yang konsisten memastikan setiap gandar terdeteksi akurat. Ini bagian penting untuk menjaga keselamatan perjalanan dan kepercayaan masyarakat,” tutupnya. (KPB)

