RELUNG.ID – Suasana duka menyelimuti Aula RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Jumat sore (15/5/2026).
Tangis keluarga pecah ketika satu per satu peti jenazah korban kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebagian keluarga tak kuasa menahan kesedihan. Ada yang memeluk erat peti jenazah, ada pula yang hanya mampu tertunduk sambil mengusap air mata. Di sudut ruangan, suara doa lirih terdengar bersahut-sahutan mengiringi prosesi penyerahan jenazah.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 lalu itu meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Setelah proses identifikasi yang berlangsung selama beberapa hari, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel bersama Laboratorium Pusdokkes Polri akhirnya berhasil mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah korban.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan, proses identifikasi dilakukan terhadap 16 kantong jenazah yang diterima dari lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata kantong-kantong tersebut berisi 17 bagian tubuh korban.
“Setelah dilakukan pencocokan data post mortem dan ante mortem serta pemeriksaan laboratorium DNA oleh Pusdokkes Polri, sebanyak 14 jenazah berhasil teridentifikasi,” ujar Rony di sela penyerahan jenazah kepada keluarga korban.
Meski sebagian besar korban telah dikenali, proses identifikasi belum sepenuhnya selesai. Tiga jenazah lainnya hingga kini masih dalam pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI.
Karo Labdokkes Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti menjelaskan, identifikasi dilakukan menggunakan metode pencocokan DNA keluarga inti korban.
“Sampel DNA diambil dari tulang korban dan dicocokkan dengan DNA orang tua maupun saudara kandung agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” katanya.
Tim berharap proses tersebut segera rampung sehingga seluruh korban dapat segera dimakamkan oleh keluarga masing-masing.
Duka dalam kecelakaan itu juga bertambah setelah dua korban selamat akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sebelumnya, tiga korban sempat dinyatakan selamat dari insiden maut tersebut.
“Satu korban atas nama Tahrul Hubaidi meninggal dunia beberapa hari lalu saat dirawat di RSUD Rupit, sedangkan Jumiatun meninggal dunia pagi tadi,” ungkap Rony.
Di tengah suasana haru, sejumlah keluarga terlihat terus mendampingi peti jenazah kerabat mereka sebelum dibawa pulang ke daerah asal untuk dimakamkan. Tidak sedikit yang masih tampak syok atas kepergian orang-orang tercinta secara mendadak.
Prosesi penyerahan jenazah berlangsung khidmat. Petugas kepolisian dan tenaga medis turut membantu keluarga korban yang datang dari berbagai daerah. Sebagian keluarga membawa foto dan dokumen pribadi untuk memastikan identitas anggota keluarganya yang menjadi korban kecelakaan.
Tragedi tabrakan bus ALS dan truk tangki BBM itu menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan di Sumatera Selatan tahun ini. Selain menelan banyak korban jiwa, peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. (FZP)

