RELUNG.D – Program cicilan emas dari Astra Credit Companies (ACC) mulai mendapat sambutan positif dari masyarakat sejak resmi diluncurkan pada awal 2026.
Melalui produk pembiayaan emas bertajuk “Kemilau”, ACC menghadirkan kemudahan memiliki logam mulia dengan cicilan ringan, bunga kompetitif, hingga tanpa uang muka (DP).
Kepala Cabang ACC Plaju, Shafwan, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas menjadi alasan utama perusahaan menghadirkan layanan pembiayaan tersebut.
Menurutnya, tren pembelian logam mulia terus meningkat, terutama untuk emas Antam yang belakangan cukup sulit ditemukan di pasaran.
“Minat masyarakat terhadap cicilan emas cukup besar dan potensinya sangat menjanjikan. Saat ini rata-rata ada sekitar 50 konsumen setiap bulan dari dua cabang, yakni ACC Veteran dan ACC Plaju,” ujar Shafwan, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, emas yang paling banyak diminati konsumen berada pada ukuran 5 gram hingga 10 gram. Program Kemilau sendiri menawarkan tenor cicilan hingga empat tahun dengan bunga mulai dari 5 persen.
Menariknya, harga emas yang dibeli konsumen akan tetap mengikuti harga saat transaksi awal dilakukan. Dengan demikian, meskipun harga emas naik di kemudian hari, jumlah cicilan tidak berubah hingga masa angsuran selesai.
“Stok emas yang kami tawarkan tersedia dan siap diserahkan kepada konsumen setelah cicilan lunas. Ini yang membuat masyarakat tertarik karena mereka tidak perlu khawatir soal kenaikan harga emas,” jelasnya.
Meski program menawarkan fasilitas tanpa DP, Shafwan mengungkapkan banyak konsumen justru memilih membayar uang muka dalam jumlah besar, bahkan mencapai 80 hingga 90 persen dari nilai pembelian.
Menurutnya, sebagian masyarakat sebenarnya ingin membeli emas secara tunai. Namun karena stok logam mulia, khususnya Antam, cukup terbatas di pasaran, konsumen akhirnya memilih membeli melalui fasilitas pembiayaan ACC yang stoknya tersedia.
Sementara itu, dari sektor pembiayaan kendaraan, ACC Plaju mencatat kinerja pembiayaan mobil baru masih berjalan sesuai target perusahaan. Meski terjadi penurunan sekitar 10 persen dibanding biasanya, realisasi pembiayaan tetap mencapai target sekitar Rp40 miliar per bulan.
Pembiayaan kendaraan di ACC Plaju hingga kini masih didominasi mobil penumpang atau passenger car. Segmen tersebut dinilai memiliki tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang lebih rendah dibanding kendaraan niaga.
“Untuk kendaraan niaga memang cukup terdampak akibat kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang masih menantang pada semester pertama tahun ini,” tutup Shafwan. (CKM)

