RELUNG.ID – Menjadi suporter tim nasional favorit di Piala Dunia 2026 tampaknya membutuhkan biaya lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya. Harga jersey resmi dan replika tim nasional terus mengalami kenaikan, bahkan kini menembus angka jutaan rupiah per lembar.
Produsen perlengkapan olahraga Nike menjadi sorotan setelah mematok harga jersey replika atau stadium version untuk sejumlah tim nasional dengan harga lebih tinggi dibanding para pesaingnya, Adidas dan Puma.
Berdasarkan laporan terbaru, jersey replika dewasa tim nasional yang disponsori Nike, seperti Inggris, Prancis, dan Brasil, dijual seharga 110 euro atau sekitar Rp2 juta per lembar.
Sementara itu, jersey versi autentik yang digunakan pemain di lapangan dibanderol hingga 160 euro atau setara lebih dari Rp3,3 juta.
Harga tersebut menjadikan Nike sebagai produsen dengan jersey tim nasional termahal menjelang Piala Dunia 2026.
Sebagai perbandingan, Adidas dan Puma menjual jersey replika dewasa tim nasional yang mereka sponsori, seperti Jerman, Spanyol, Skotlandia, dan Portugal, dengan harga sekitar 100 euro per lembar.
Perbedaan harga juga terlihat pada kategori jersey anak-anak. Nike membanderol jersey anak hingga 85 euro, lebih tinggi dibanding Puma yang menjualnya seharga 80 euro dan Adidas sekitar 75 euro.
Kenaikan harga jersey bukan fenomena baru. Analis industri merchandise sepak bola, Dr. Peter Rohlmann, menyebut harga jersey tim nasional terus mengalami tren kenaikan dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.
Pada Piala Dunia 2010, harga rata-rata jersey replika masih berada di kisaran 65 euro. Angka tersebut naik menjadi sekitar 90 euro pada Piala Dunia Qatar 2022 dan kini menyentuh 100 euro hingga 110 euro menjelang turnamen 2026.
Meski harga semakin mahal, permintaan diperkirakan tetap tinggi. Rohlmann memperkirakan penjualan jersey selama Piala Dunia 2026 bisa mencapai 18 juta hingga 23 juta lembar di seluruh dunia.
Angka tersebut berpotensi melampaui penjualan jersey pada Piala Dunia Qatar 2022 yang mencapai sekitar 14,4 juta lembar.
Adidas, Nike, dan Puma diprediksi akan menguasai hampir 80 persen pasar penjualan jersey selama turnamen berlangsung.
Biaya yang harus dikeluarkan suporter bahkan bisa lebih tinggi apabila menambahkan nama pemain dan nomor punggung pada jersey yang dibeli. Beberapa produk juga memiliki harga berbeda tergantung ukuran dan edisi yang dipilih.
Menanggapi kenaikan harga tersebut, Nike menyatakan pihaknya harus menyesuaikan harga dengan meningkatnya biaya produksi, bahan baku, serta logistik global.
Perusahaan mengklaim tetap berupaya menghadirkan kualitas, inovasi, dan performa terbaik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Sementara Adidas menjelaskan harga produknya mencerminkan investasi teknologi, pengembangan desain, material premium, serta meningkatnya biaya lisensi yang dibayarkan kepada federasi dan tim nasional.
Dengan tren harga yang terus naik, Piala Dunia 2026 diperkirakan tidak hanya menjadi panggung persaingan antarnegara di lapangan hijau, tetapi juga menjadi ajang bisnis merchandise sepak bola terbesar dalam sejarah.[THQ]

