Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Ancaman Karhutla Meningkat, 399 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel Awal Juni 2026
Regional

Ancaman Karhutla Meningkat, 399 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel Awal Juni 2026

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda15/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi karhutla. (BPBD Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan serius. Memasuki pertengahan Juni 2026, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi melonjak tajam hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 399 hotspot terpantau sepanjang 1 hingga 13 Juni 2026. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan periode yang sama pada Mei lalu yang hanya mencapai 129 titik.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan lonjakan hotspot ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh daerah, terutama yang selama ini masuk kategori rawan karhutla.

“Berdasarkan data pemantauan hingga 13 Juni 2026, terdapat 399 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Muara Enim dengan 106 titik,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Selain Muara Enim, hotspot juga banyak ditemukan di Kabupaten Lahat sebanyak 62 titik, Musi Banyuasin (42 titik), Ogan Komering Ilir atau OKI (34 titik), Musi Rawas Utara atau Muratara (31 titik), Musi Rawas (27 titik), Penukal Abab Lematang Ilir atau PALI (21 titik), serta OKU dan OKU Timur yang masing-masing mencatat 19 titik panas.

Di tengah meningkatnya jumlah hotspot, terdapat dua daerah yang hingga kini masih terbebas dari pantauan titik panas, yakni Kota Palembang dan Kota Pagar Alam.

“Sepanjang Juni ini, hanya Pagar Alam dan Palembang yang nihil terpantau hotspot,” kata Sudirman.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga 13 Juni 2026, jumlah hotspot yang terdeteksi di Sumsel telah mencapai 1.493 titik. Bulan Mei menjadi periode dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni sebanyak 708 titik.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan akumulasi hotspot terbanyak sepanjang tahun ini, mencapai 301 titik. Disusul Lahat dengan 283 titik, Musi Banyuasin 167 titik, Muratara 150 titik, dan Musi Rawas sebanyak 128 titik.

Meningkatnya jumlah hotspot menjadi perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditangani. Apalagi, sejumlah wilayah di Sumsel mulai memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli terpadu, pemantauan daerah rawan, hingga edukasi kepada masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Titik panas yang terdeteksi harus segera diverifikasi di lapangan agar dapat diketahui kondisi sebenarnya dan dilakukan penanganan lebih cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran,” jelas Sudirman.

BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu karhutla, praktik tersebut dapat menyebabkan kebakaran meluas dengan cepat, terutama di wilayah perkebunan dan lahan gambut yang mulai mengering.[THQ]

Hot spot Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKAI Divre III Palembang Ajak Masyarakat Manfaatkan Sisa Tiket Libur Tahun Baru Islam
Next Article Pasokan Aman, Harga Pangan di Palembang Stabil Meski Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Pedas
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,774 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,746 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?