Untuk mencegah dan menghindari terjadinya gangguan lalu lintas pada kereta api . Kini PT KAI telah melakukan pemetaan.
Dari pemetaan ini, PT KAI mewspadai titik yang rawan longsor yakni sebanyak 27 titik.
Kabag Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap titik rawan bencana di sepanjang jalur kereta. Ada sekitar 27 titik rawan bencana yang tersebar.
“Titik rawan ini tidak hanya berpotensi terserang banjir. tapi juga pergerakan kontur tanah yang bisa menyebabkan longsor maupun amblas,” kata Aida saat dibincangi, Senin (17/10).
Dia mengatakan, dari hasil pemetaan ada beberapa jalur yang masuk dalam daerah rawan longsor. Di antaranya petak jalur Niru – Blimbing Pendopo – Gunung Megang (Muara Enim, Banjarsari – Sukacinta, Lahat), Saungnaga-Tebing Tinggi (Empat Lawang) dan titik-titik daerah rawan lainnya.
“Daerah-daerah itu sudah kita petakan rawan longsor dan amblas, perlu diwaspadai saat musim hujan,” ungkap Aida,
Sebagai antisipasi,pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah yang perlu dilakukan, seperti menyiapkan AMUS (alat material untuk siaga) di 7 titik lokasi AMUS yaitu Payakabung, Prabumulih, Niru, Ujan Mas, Muara Enim, Lahat dan Tebing Tinggi serta pemeriksaan rel \secara rutin dengan cara manual berjalan kaki oleh petugas dari dan menuju setiap stasiun.
Pemeriksaan secara kontinyu, petugas di lapangan serta peralatan mekanik sebagai alat evakuasi sudah disiapkan sebagai antisipasi di jalur rawan apabila hal yang tidak diinginkan dampak dari kondisi cuaca,” jelas Aida.
Selain itu, KAI Divre III Palembang juga melakukan pemasangan dinding penahan longsor/amblas di daerah yang memang secara geografis berada di wilayah rawan dampak hujan. “Dampak longsor maupun amblas apabila mengenai rel otomatis akan menggangu operasional kereta, hal itu yang perlu kita minimalisir agar perjalanan kereta api berjalan aman dan lancar” pungkasnya.

