Sebanyak puluhan preman dan pelaku pungutan liar (Pungli) baik di daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir terpaksa diciduk Polretabes Palembang. Hal ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pungli dan premanisme di Kota Palembang.
Operasi ini dilakukan oleh puluhan personel Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang yang dibagi menjadi dua tim. Dari operasi tersebut, personel berhasil menciduk 21 orang yang diduga preman wilayah Ulu dan Ilir Palembang dan langsung digiring ke Mapolrestabes Palembang, untuk didata dan diberi pembinaan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, operasi ini digelar untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat Kota Palembang. “Dalam beberapa waktu terakhir banyak keluhan dari masyarakat yang masuk tentang banyaknya aksi Pungli,” katanya, Senin (17/10).
Para terduga premanisme dan pelaku pungli yang diamankan ini, kata Tri, selanjutnya akan didata dan dilakukan pembinaan agar tidak melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat.
“Mereka kita data, jika ditemukan ada hal-hal mencurigakan saat pendataan maka akan diproses lebih lanjut,” tegasnya
Kegiatan operasi ini akan terus dilakukan secara berkala demi terciptanya keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat Palembang. “Sehingga masyarakat saat melakukan aktivitas tidak lagi terganggu oleh oknum premanisme ataupun pungli,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang terduga pelaku pungli saat diamankan di seputaran kawasan Naga Swidak SU II Palembang, berdalih hanya membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kacetan.
“Kami cuma ngatur lalu lintas, tidak meminta uang sama pengendara, tapi kalau ada yang kasih berapa saja kami ambil,” tutupnya.

