Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Harga Cabai Anjlok 60 Persen, Pelaku Kuliner di Palembang Bisa Bernapas Lega
Bisnis

Harga Cabai Anjlok 60 Persen, Pelaku Kuliner di Palembang Bisa Bernapas Lega

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda02/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Cabai merah menyandi penyumbang deflasi di Sumatera Selatan. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Tren penurunan harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Palembang mulai membawa angin segar bagi pelaku usaha kuliner. Setelah sempat terbebani lonjakan harga cabai dan telur dalam beberapa pekan terakhir, kini biaya belanja harian rumah makan mulai menurun sehingga operasional usaha menjadi lebih ringan.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan paling signifikan adalah cabai merah. Harga yang sebelumnya sempat menyentuh Rp80 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp32 ribu atau merosot hampir 60 persen.

“Cabai yang paling terasa turunnya. Sebelumnya sampai Rp80 ribu per kilogram, sekarang tinggal sekitar Rp32 ribu,” ujar pemilik rumah makan di Palembang, Supri, Rabu (1/7/2026).

Selain cabai merah, harga cabai rawit juga turun dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp48 ribu per kilogram. Penurunan serupa terjadi pada telur ayam yang kini dijual Rp23 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu. Sementara bawang merah turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Menurut Supri, kondisi tersebut membuat pengeluaran dapur usaha jauh lebih terkendali dibandingkan beberapa waktu lalu. Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga.

Ia menyebut harga ayam justru naik dari Rp25 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram. Begitu pula bawang putih yang kini dijual sekitar Rp44 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp35 ribu. Sementara harga minyak goreng masih bertahan di kisaran Rp22 ribu per liter.

“Yang naik harga ayam, dari Rp25 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi, mengatakan tren penurunan harga bahan pokok dipengaruhi oleh pasokan pangan yang stabil serta belum adanya lonjakan permintaan masyarakat.

“Tren harga kebutuhan pokok terus menurun. Cabai rawit merah yang sebelumnya dijual Rp60 ribuan per kilogram, kini di kisaran Rp44 ribu sampai Rp47 ribu per kilogram. Daging ayam dan telur ayam juga terus turun harganya,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan DKPP Sumsel, harga cabai merah keriting kini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Daging ayam dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam berada di angka Rp23 ribu per kilogram atau di bawah harga acuan pemerintah.

Untuk komoditas lainnya, beras premium dipasarkan sekitar Rp14.900 per kilogram, beras SPHP Rp12 ribu hingga Rp12.500 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram, serta daging sapi Rp150 ribu per kilogram.

Ruzuan memastikan secara umum kondisi harga pangan di Palembang masih stabil. Pasokan berbagai kebutuhan pokok dinilai mencukupi sehingga belum terlihat adanya gejolak harga di pasar tradisional.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan pangan masih aman dan belum ada gejolak harga pada komoditas utama di pasar tradisional,” pungkasnya.[THQ]

 

Bahan pangan Cabai Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHeboh! Bayi Perempuan Berusia Satu Hari Ditemukan Terbungkus Kain Merah di Banyuasin
Next Article Anime Marriage Toxin Dipastikan Berlanjut ke Season Kedua, Bakal Tayang 2027
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,895 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,768 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,740 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?