RELUNG.ID-Jumlah anggota kepolisian yang gugur dalam penggerebekan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, bertambah menjadi tiga orang.
Sebelumnya, tim gabungan lebih dahulu menemukan jenazah Bripda Novandri di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Sementara satu korban lainnya telah dipastikan meninggal dunia lebih awal dalam insiden penyerangan saat operasi berlangsung.
Kini, personel Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto, ditemukan meninggal dunia setelah empat hari dinyatakan hilang akibat diduga terseret arus sungai saat berupaya menyelamatkan diri.
Jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan tim gabungan pada Minggu (5/7/2026) pagi di aliran Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi penggerebekan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, penemuan jenazah tersebut mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur selama empat hari.
“Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto,” kata Eko dalam keterangannya, Minggu.
Usai dievakuasi dari sungai, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi pencarian dimulai sejak Minggu sekitar pukul 06.00 WIB dengan melibatkan personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat setempat.
Tim menyisir aliran sungai dan kawasan hutan di sekitar bantaran menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces. Area pencarian bahkan diperluas hingga kawasan Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.
Sekitar pukul 08.42 WIB, Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, melaporkan adanya sesosok jenazah yang mengapung di Sungai Desa Rantau Asem.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dan memastikan identitas korban sebagai Aiptu Sumaryanto pada pukul 09.15 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, jenazah diberangkatkan menuju Palangkaraya.
Diserang Massa saat Gerebek Bandar Sabu
Insiden yang menewaskan tiga anggota polisi itu bermula pada Rabu (1/7/2026) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penangkapan terhadap terduga bandar sabu berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim penindak yang masuk ke rumah target dan tim pendukung yang bersiaga di sekitar lokasi.
Menurut Brigjen Eko, target operasi sempat berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan.
“Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” ujarnya.
Massa yang terus berdatangan kemudian menyerang petugas menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan, sehingga situasi di lokasi menjadi tidak terkendali.
Dalam kondisi terdesak, sejumlah anggota kepolisian berupaya menyelamatkan diri. Sebagian di antaranya terpaksa menyeberangi sungai yang berarus deras dan berlindung di kawasan hutan. Dalam proses itulah tiga personel kepolisian gugur, sementara penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan masih terus dilakukan. [R]

