RELUNG.ID — Berdasarkan data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), warga miskin di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penambahan sebanyak 16.962 jiwa pada tahun 2023.
Sebelumnya, jumlah warga miskin di Sumsel tercatat sebanyak 550.344 jiwa. Dengan penambahan tersebut, total keseluruhan warga miskin menjadi 567.306 jiwa.
Ruzuan Effendi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, menjelaskan bahwa data ini akan menjadi dasar untuk penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap III (Januari-Juni) di Sumsel, yang telah dimulai pada bulan Januari 2024.
BACA Juga : Harga BBM Subsidi Terbaru di Sumsel, Berikut Daftarnya
“Ada penambahan 16.962 KPM (keluarga penerima manfaat) menjadi 567.306 pada tahap III tahun ini. Bukan berarti penambahan itu karena masyarakat miskin bertambah di Sumsel, tapi karena penerimanya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat,” ujar Ruzuan Effendi, Kamis 1 Febuari 2024.
Meskipun data penerima bantuan beras berasal dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan bukan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Ruzuan menyatakan bahwa penerima manfaat tersebut tetap merupakan warga miskin.
“Tapi, memang syarat penerima bantuan beras ini adalah warga miskin,” katanya.
BACA Juga : Pemprov Buka Seleksi Kepala Dinas, Waspada Jual Beli dan Titipan Penguasa, Masyarakat Mengawasi!
Data ini mencatat bahwa penerima bantuan beras terbanyak ada di Kota Palembang dengan jumlah 74.459 KPM, diikuti oleh Banyuasin (58.731 KPM), Ogan Komering Ilir (51.175 KPM), Muara Enim (50.371 KPM), Musi Rawas (46.500 KPM), dan daerah lainnya di Sumsel. Seluruh KPM di kabupaten/kota mengalami peningkatan tanpa ada yang berkurang.
Penyaluran bantuan pangan CBP tahap III dilakukan secara bulanan, dan bukan dalam bentuk penyerahan sekaligus.

