RELUNG.ID — Sebanyak 10.400 ton garam telah disemai di langit Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin (Muba) selama 10 hari, tepatnya dari 4 hingga 13 Juli 2024. Langkah penyemaian garam tersebut difokuskan pada awan cumulonimbus (CB) yang berada di tiga wilayah untuk memancing hujan.
“Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut di wilayah OKI, Banyuasin, dan Muba,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, pada Kamis (18/7/2024).
Iqbal menerangkan bahwa tiga wilayah tersebut menjadi sasaran modifikasi cuaca karena memiliki cakupan lahan gambut yang luas di Sumsel. Penyemaian garam diharapkan dapat memancing hujan meski memasuki musim kemarau.
“Ada 13 sorti penerbangan dengan total 10.500 ton bahan semai NaCl yang ditabur di awan CB,” jelasnya.
BPBD Sumsel berharap OMC dapat terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di lahan gambut. Dia juga mengapresiasi upaya Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam upaya mitigasi karhutla yang bekerja sama dengan BMKG Bidang Modifikasi Cuaca dan pihak lainnya.
“Semoga dengan sinergi semua pihak, kita dapat mewujudkan Sumsel zero asap,” tambahnya.[AYK]

