Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi. Kini Unit Pidum (Pidum) Satreskrim Polres PALI, mulai melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan korban Robi Oktavian (21).
Korban Robi Oktavian ini merupakan seorang mahasiswa Perguruan Tinggi (PT) Swasta di Palembang.
“Pasca kejadian, total ada 10 orang saksi sudah kita ambil keterangan, saat ini masih dalam proses lidik untuk mengungkap pelaku.” ungkap Kapolres PALI AKBP Efrannedy melalui Kanit Pidum, Aipda Hairil Rozi, Senin (2/1).
Dia menjelaskan, pihaknya dibantu Reskrim Polsek Tanah Abang saat ini telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti dan saksi berkaitan kasus tersebut, sehingga prosesnya segera bisa diungkap dan ditemukan motifnya. “Mudah-mudahan ada petunjuk yang menguatkan. Sehingga kita bisa mengarah ke pelaku. Harap sabar dan mohon doanya semoga kasus ini segera terungkap,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan warga Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa busana, dengan jenis kelamin laki-laki tergeletak di dalam kebun karet warga, Rabu (28/12). Belakangan identitas korban diketahui bernama Robi Oktavian Dwi Candra (21) warga Desa Purun Timur Kecamatan Penukal yang merupakan seorang Mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi PTS di Palembang.
Korban pertama kali ditemukan oleh Mahlil seorang petani karet warga Desa Raja Barat ke kebun miliknya, setiba di pondok dia melihat sesosok mayat lelaki tertelungkup tanpa busana dalam keadaan sudah kaku. “Ditubuh korban berlumuran darah yang sudah mengering. Kami bersama warga langsung melaporkan ke Kades dan aparat kepolisian,” ungkapnya, Rabu.
Menerima laporan tersebut aparat kepolisian langsung melakukan identifikasi dengan mendatangi olah TKP. Ditemukan tisu basah, baby oil, baju kemeja putih serta celana bahan dasar warna hitam sekitar tubuh korban. Mayat tersebut telah dilakukan evakuasi ke RS Pratama Kecamatan Tanah Abang.
“Korban diduga menjadi korban pembunuhan. Karena berdasarkan dari keterangan dokter di RS Pratama, korban mengalami luka tusukan dengan benda tajam sebanyak 58 kali,” ungkap Kapolres PALI, AKBP Efrannedy didampingi Kasi Humas AKP Ardiansyah saat mengunjungi RS Pratama Kecamatan Tanah Abang.
Dia mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. “Setelah melakukan olah TKP, kami saat masih lakukan pengembangan untuk bisa mengungkapkan motifnya serta menangkap pelaku,” jelasnya.
Teks Foto/ ist; Mayat Pria saat dilakukan evakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke IGD RS Pratama Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

